<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596</id><updated>2011-04-21T15:22:41.649-07:00</updated><category term='Blablablahhhh'/><category term='sbm matters'/><category term='Peter Prescription'/><category term='ITB matters'/><category term='on behavior'/><category term='IPB matter'/><category term='itb'/><category term='Mengajar'/><category term='private'/><title type='text'>CARANGKA</title><subtitle type='html'>Just put everything I want to put. Everything...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-4480678872234288684</id><published>2008-07-13T07:59:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T08:40:10.604-07:00</updated><title type='text'>Cerita Perjalanan 2: Kultur</title><content type='html'>Pengalaman saya ke Amerika tahun lalu yang saya ceritakan di bagian pertama, saya lanjutkan di bagian ini. Saya ceriterakan bagian dari perjalanan di sana dan pulang. Terutama berkaitan dengan perbedaan kultur yang saya amati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya cukup minder juga, meskipun katanya orang Amerika sangat menghargai perbedaan kultur. Tapi ada juga beberapa kejadian yang kurang menyenangkan meskipun tidak banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu keponakanku ngajak kami makan di restoran Meksiko. Ketika pesan sesuatu karena tidak jelas saya sempat bingung, dan salah satu "pelayan counter makanan" kelihatannya anak si empunya toko, menyembunyikan senyum atau ketawa kecil, entah apa maksudnya. Tapi di lain tempat saya tidak mengalami masalah. Naik bus menjelejahi kota, masuk ke mall demi mall. Meskipun mungkin mereka tidak begitu familiar dengan pronounciation ku tapi mereka cukup sabar melayani kita.&lt;br /&gt;Ketika di Chicago, masuk museum, malah yang Negro (kebanyakan petugas securitynya Negro) yang lebih galak. Ketika cucuku (anak nya keponkanku) lari-lari, si penjaga security ini dengan tidak ramah mengatakan "sorry, we are not running here"...oh ok kataku. Soalnya aku juga gak ngerti kenapa dia ngomongnya ke aku, bukan ke ibunya.&lt;br /&gt;Giliran pulang ke Indonesia, di pemeriksaan imigrasi, aku rada tertahan. Entah kenapa aku harus mengalami table in paling tidak begitulah kedengarannya. Jadi aku dan anakku harus mengikuti sebuah pemeriksaan yang cukup teliti, sampai ke isi tas. Mereka mencoba menyapukan sesuatu ke tas tanganku. Tapi akhirnya lepas juga. Koper yang tidak boleh dikunci dulu, sampai Indonesia tidak terkunci. Tapi syukur aman-aman saja, tidak ada yang hilang atau terbuka.&lt;br /&gt;Yang seru di pesawat, biasanya stewardess Northwest ramah-ramah. Kali ini rada judes. Ketika aku minta minum, karena melihat dia membawa air, dia menjawab dengan judes. Minta aku bersabar dulu. Malah dia lari ke bagian belakang dulu dan lamaaa baru muncul lagi ngasih minum.&lt;br /&gt;Kali ini aku sederet dengan orang Jepang. Kebetulan dia di bagian luar, aku dan anakku di bagian dalam. Kelihatannya dia cukup berpendidikan, tapi jarang ngomong, diam sekali. Kebetulan dapat tempat duduk dekat dengan dapu dan toilet. Ada sedikit ruang kosong. Yang rada aneh karena banyak orang China (kelihatannya begitu dari bicaranya) dan makanan yang disajikan mau tidakmau kelihatannya ada baconnya. Wah nyaris mag aku karena gak bisa makan. Orang-orang China ini rupanya tidak bisa diam duduk. Jadi kerjanya mondar mandir. Ngobrol dengan temannya dekat dapur. Kadang masuk dapur ambil minuman. Perjalanan Detroit - Narita memang panjang sekali, dan anehnya kita tidak merasakan penggantian hari, karena rasanya sore terus, sorenya panjang sekali. Mungkin dalam rangka menghindari jetlag ini mereka gak tidur malah jalan-jalan dan ngobrol di gang satu sama lain. Sampai kadang-kdanag diingatkan untuk tidak ribut.&lt;br /&gt;Bukan hanya satu dua yang begitu. Jadi gang di peswat itu cukup rame. Aku mengerti mengapa kemudian stewardess nya jadi kurang ramah. Pengalaman mereka rupanya, penerbangan Detroit - Narita dipenuhi orang China, Korea yang transit di Narita. Dan ini membuat mereka sering kesal, kedengaran dari obrolan sesama stewardess. Akibatnya, karena mungkin aku juga dikira orang Asia jadi sama saja, dijudesin juga. Padahal stewardessnya India.&lt;br /&gt;Kalau dilihat, memang mirip orang Indonesia, mereka bergerombol, ngobrol ribut, tidak tertib, bahkan tidak ngantri dengan tertib, main serobot aja.&lt;br /&gt;Sampai Narita ada cerita seru lagi, petugas bandara berusaha dengan ramah memeriksa kita, meskipun kadanag mereka juga gak ngerti. Sekali lagi aku kena pemeriksaaan. Segera aku tahu mungkin jarum hakken ku yang akan jadi masalah. Segera kukeluarkan. Ini kali yang jadi masalah. Ya dia bilang. Trus dia tanya, buat apa sih jarum itu. Aku bilang "it is crochetting needle" Aku pikir dia bakal ngarti, soalnya kan Jepang salah satu penghasil buku-buku crochetting yang terkenal, misalnya Ondori. Eh trus dia ketawa, sambil gak negrti. Tapi yang penting saya lolos.&lt;br /&gt;Perjalanan Narita-Singapur dilakukan malam hari, sampai di Singapur jam 2 pagi waktusingapur. Bandara sepiiiii....cari tempat mandi rada serem juga.  orang Malaysia atau mungkin juga Philipina petugsa pembersih toilet yang menutup toilet dengan alasan lagi dibersihkan. Rada sebel juga. Mungkin dikira aku TKW. Ehm...kalau sudah sampai sini aku suka serba salah, tidak mau dianggap TKW di negeri orang, sama saja dengan tidak menghargai  bangsa sendiri. Tapi sebel juga dianggap begitu. Jadi ketika aku mencoba konfirmasi penerbangan ke Jakarta, tanggapan ground crew nya nyebelin banget. Meskipun aku mencoba memahami, bahwa kultur orang Singapur yang serba lempeng, tak urung sedih dan sebel juga. Anehnya, ketika kuperlihatkan kalau aku tidak suka diperlakukan seperti itu, dan aku ikuti aturan yang ada, dan ternyata memang namaku ada di manifest, dia minta maaf juga. Jadi selalu ada perbedaan sikap terhadap segala sesuatu. Di sini barangkali yang disebut dengan culture competency itu diperlukan. Fleksibilitas, kelapangan hati, menghadapi perbedaan sikap dan perilaku orang lain yang berbeda budaya ini yang diperlukan ketika berada di negeri orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain padang lain belalang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-4480678872234288684?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/4480678872234288684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=4480678872234288684' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/4480678872234288684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/4480678872234288684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2008/07/cerita-perjalanan-2-kultur.html' title='Cerita Perjalanan 2: Kultur'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-7745123402476664019</id><published>2008-04-18T22:55:00.000-07:00</published><updated>2008-04-19T02:41:16.729-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengajar'/><title type='text'>Sikap Positif Dosen</title><content type='html'>Apa sikap positif yang dimaksud disini adalah sikap yang ditunjukkan oleh perilaku sesorang yang menyenangkan, bersemangat, misalnya gembira, semangat, enerjik. Apa yang menarik dari sikap positif seseorang, sampai menjadi bahan tulisan ini?&lt;br /&gt;Perilaku positif seseorang biasanya mendorong respon positif juga pada orang lain, terutama pada orang dengan posisi yang berhubungan dengan orang banyak. Tulisan diinspirasi oleh seorang kawan saya ketika memberikan kuliah tamu di kelas Perilaku Organisasi dan Manajemen SDM, untuk topik Kepemimpinan. Minggu ini, saya mengundang teman saya yang eksekutif di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang finansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara dia mengajar, adalah hal yang menarik saya amati. Setiap orang memiliki gaya tersendiri dalam mengajar. Itu pasti. Meskipun hanya tiga sesi kali satu setengah jam, perkenalan dengan mahasiswa tetap dia lakukan, dan itu bukan basa basi. Dia membuat catatan, mengajukan pertanyaan tambahan kalau ada pernyataan yang menarik dari mahasiswa, memberi komentar. Semuanya dilakukan dengan penuh perhatian dan dikaitkan dengan materi kuliah yang ingin disampaikan. Misalnya ketika salah seorang mahasiswa menyampaikan  cita-citanya ingin membuka usaha "kalau punya modal" dia langsung kasih komentar seperti ini: kalau ingin usaha jangan menunggu punya modal, itu sikap yang tidak tepat, karena sekarang ini di dunia sedang kelebihan kapital lebih dari sekian banyak, sambil menyebutkan jumlah dan sumber informasi yang dia miliki" Jadi kalau ingin usaha, yang penting punya model bisnis yang baik, yang menarik pemodal untuk mau memberi modal.&lt;br /&gt;Di kesempatan lain dia memberi pujian, ketika salah satu mahasiswa mengatakan perjalanan hidupnya yang pindah-pindah dari satu usaha, dan kemudian memutuskan untuk ambil MBA sambil tetap usaha; komentarnya "anda akan sukses dalam usaha, karena anda memiliki internal locus yang akan mendorong anda untuk selalu mencari sesuatu dan menjadikan itu tujuan anda berikutnya, tanpa menunggu dorongan orang lain dan itu sifat penting bagi seorang leader" komentarnya. Kemudian dia berpaling ke saya, bu Nur tolong kasih tambahan nilai buat Dea, untuk bonus memberi inspirasi pada teman-temannya. Jadi sepanjang perkenalan dengan mahasiswa banyak hal penting yang dicuplik dari buku, disesuaikan dengan komentar yang ingin disampaikannya, disesuaikan dengan si mahasiswa yang sedang memperkenalkan diri. Intinya konektivitas dengan mahasiswa terjaga dan dengan sikap positif, memberi dorongan positif, memberi pujian, menunjukkan ide yang berbeda pada mahasiswa dan mendorong mahasiswa untuk berani tampil sesuai dengan ide yang dimilikinya.&lt;br /&gt;Dari acara perkenalan ini saya mengamati dua hal, dosen menularkan sikap optimis dan sikap gembira pada mahasiswa, mahasiswa yang memang memiliki minat yang sejalan, berada di frekuensi  yang sama, merespon dengan baik, dan ini menulari mahasiswa yang lain. Dari seluruh kelas yang memiliki perhatian biasa-biasa saja atau tidak mempunyai jawaban yang punya semangat atau ambisi hanya seperempat kelas. Kalau diamati lebih dalam, hal ini bersumber dari motivasi mereka melanjutkan studi lebih banyak didorong keinginan orang tua atau karena mengisi waktu menunggu pekerjaan yang lebih baik. Dikaitkan dengan rata-rata keinginannya adalah mencari kerja. Rata-rata jawabannya, setelah MBA mau bekerja di BUMN atau perusahaan terkenal. Yang kedua, mahasiswa merespon dosennya dengan semangat yang sama ketika mereka merasa "nyambung".&lt;br /&gt;Soal nyambung, saya jadi  ingat komentar Paula Abdul ketika mengomentari salah satu Carly Smithson yang menyanyi tapi dengan tatapan mata yang tidak tertuju pada penonton. Masalahnya "you are not connected with your audience". Dan salah satu cara connected ini adalah melihat muka audience, membuat komentar yang "ngait" dengan situasi atau kata-kata audience, intinya "communicating" atau interaksi. Jika konektivitas ini dilakukan dengan positif, tentu (secara normal) respon juga positif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-7745123402476664019?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/7745123402476664019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=7745123402476664019' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/7745123402476664019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/7745123402476664019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2008/04/sikap-positif-dosen.html' title='Sikap Positif Dosen'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-8687978359801207179</id><published>2008-02-21T14:52:00.001-08:00</published><updated>2008-02-21T14:52:31.263-08:00</updated><title type='text'>Kenaikan Pangkat yang Alot</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Rapat Promosi hari ini berjalan tersendat dan lama, dalam pengambilan keputusan satu kandidat. Diskusi berkaitan dengan Munadi sudah berjalan lebih dari setengah jam. Biasanya rapat seperti ini dimulai dengan penjelasan salah satu anggota komisi yang sudah memeriksa berkas persyaratan kenaikan pangkat, dilanjutkan dengan penjelasan atasan kandidat yang akan member gambaran bagaimana sepak terjan kandidat dan bagaimana potensi nya di masa datang. Dilanjutkan dengan dengar pendapat dari anggota komisi yang berada pada satu Divisi dengan kandidat, atau anggota komisi yang mengenal kandidat dengan baik. Terahir baru diputuskan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Pada saat itu hadir mantan atasan Munadi di Divisi Teknik, sebagai anggota komisi, tiga anggota komisi yang berasal dari Divisi Teknik, dan satu anggota komisi dari Divisi Umum, tempat Munadi bertugas tiga tahun terakhir ini, dan empat anggota lainnya. Hadir juga Manajer HRD LIPI. Mantan atasan Munadi menyampaikan keberatan yang samar tentang kenaikan jabatan Munadi. Catatan buruk tentang dirinya dikemukakan kembali dalam rapat ini, secara hati-hati. Layakkah Munadi memperoleh kenaikan jabatan saat ini? Sudahkah atasan barunya melakukan pembinaan? Sudah berubahkah orang ini? Jika dia dinaikkan jabatannya, mampukah dia menjalankan fungsinya dengan baik?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Berkas kenaikan pangkat Munadi masuk ke komisi promosi ini setelah melalui pemeriksaan berlapis lapis. Komisi menerima berkas ini dari panitia lain pada tahap proses ke dua dari seluruh urutan proses kenaikan pangkat di instansi Lembaga Penelitian Indonesia. Salah satu anggota komisi akan memeriksa berkasnya secara detil, supaya tidak ada yang salah atau terlewat. Marni, salah satu anggota komisi menyediakan diri untuk memeriksa berkas kenaikan pangkat ini. Di sebelahnya duduk Marko, anggota komisi promosi lain yang sudah lebih lama duduk di komisi ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Munadi lulus program doctor di Belanda tahun 1995, di bidang Teknik Sipil di sebuah perguruan tinggi, dan memiliki keahlian di bidang yang berkaitan dengan air. Data-data yang berkaitan dengan kinerjanya cukup lengkap. Pada waktu sidang promosi pertama, ketika Marni memeriksa berkas kenaikan pangkatnya, pertanyaan yang diajukan oleh anggota komisi promosi pegawai agak tidak biasa. Bahkan Ray berkomentar seperti ini:" Wah bakal ribut lagi nih kayaknya nanti" . Teman-temannya yang berasal dari Divisi lain tidak begitu menangkap makna komentar ini. Marni mengira komentar ini berkaitan dengan temperamen orangnya yang suka bikin ribut. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Pemeriksaan awal syarat promosi jabatan dilakukan oleh Marni. Secara admininistratif sesuai dengan persyaratan promosi. Salah satu anggota yang pernah berada satu Divisi dengan Munadi mengajukan pertanyaan "Apakah karya-karya nya sesuai dengan bidangnya?" Apakah karyanya mendukung kinerja dan potensinya di masa datang? Marni melakukan pengecekan sekali lagi, dibantu oleh Marko. Memastikan bahwa karya tulis, pemikiran-pemikirannya sesuai dengan pekerjaan nya saat ini, mendukung kinerjanya di Divisi Umum.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Pada saat pemeriksaan pertama, tidak kelihatan jelas ada masalah. Rapat akhirnya memutuskan untuk melanjutkan proses dengan proses kedua yaitu meminta penjelasan dan dukungan dari atasan Munadi saat ini. Seminggu kemudian, sidang promosi kembali dilaksanakan. Hari itu ada 2 orang yang diajukan ke rapat dari dua Divisi yang berbeda. Pembicaraan pertama dilakukan untuk membahas Munadi. Jam 2 siang, atasan Munadi sudah datang di tempat rapat. Ketua komisi promosi membuka pembicaraan, dan meminta Marni menyampaikan catatan hasil pemeriksaan persyaratan kenaikan jabatan Munadi, yang sudah diselesaikannya minggu sebelumnya. Dengan lirih, Marni menyampaikan hasil pemeriksaannya: "Hasil pemeriksaan terhadap berbagai persyaratan, baik periode waktu, karya-karya tulis, kinerja yang dicapai selama kurun waktu yang ditentukan, tidak ada yang perlu dipermasalahkan". Selama member penjelasan, Marni merasa aneh melihat rekan rekannya di Komisi ini yang kebetulan duduk berseberangan dengannya, seperti tidak mendengarkannya. Berbeda dari biasanya. Setelah mendengarkan penjelasan Marni, ketua komisi mempersilahkan atasan Munadi untuk memberi penjelasan tentang Munadi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Atasan Munadi, Nanang, mulai dengan menceritakan siapa Munadi, bagaimana dia bergabung dengan Divisi Umum yang dipimpinnya saat ini. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;"Tahun 1995 setelah lepas dari Divisi Teknik dan masuk Divisi Umum, Munadi diminta oleh Departemen Pertanian untuk menjadi salah satu staf DepTan sesuai dengan kepakarannya saat ini. Hal ini adalah hal yang wajar dilakukan, memperbantukan seseorang dari satu instansi ke instansi lain di pemerintahan. Begitu juga dengan Munadi, setelah lulus dari sebuah kursus regular singkat yang berjalan selama tiga bulan dan cukup bergengsi di instansi pemerintahan, dengan prestasi yang sangat baik, dia diminta membantu Deptan. Tetapi tahun 1995 ini, Munadi diminta promosi dulu ke pangkat setingkat Grade 12 (makin tinggi grade makin baik) supaya layak ditempatkan di jabatan Staf Ahli di Bidang Pengairan. Untuk itu Munadi mulai mengurus kenaikan pangkatnya. Proses kenaikan pangkat di instansi pemerintah, bukan proses singkat, karena pemeriksaannya cukup panjang. (Lihat Lampiran). Karena diburu waktu, Munadi melakukan suatu kesalahan yang dipandang tidak layak oleh instansi ini, yaitu mencari informasi tentang kenaikan pangkatnya ke unit yang mengurus kenaikan pangkat setiap karyawan di instansi ini. Karena dianggap tidak layak, Munadi mendapat hukuman penangguhan kenaikan pangkatnya selama 6 bulan."&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;"Enam bulan kemudian, kenaikan pangkatnya diluluskan. Kemudian Munadi menjadi staf ahli di Deptan".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Tidak lama kemudian, Dimas, Manajer HRD LPI memberi penjelesan tambahan dengan hati-hati: "Betul, dulu kenaikan pangkatnya ditahan, karena Munadi mendatangi langsung tim penilai persyaratan kenaikan pangkat (TPPKP). Bahkan Munadi bertanya, siapa yang mengevaluasi kenaikan pangkatnya, serta berkolusi dengan petugas administrasi di TPPKP yang mengurusi kenaikan pangkat". Manajer tidak melanjutkan apa yang dimaksud dengan berkolusi dengan salah satu petugas bagian HRD ini. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;"Dan itu bukan satu-satunya yang dia lakukan. Sudah sering dia lakukan hal-hal yang tidak layak dilakukan" kata Ray dengan berapi-api. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Pada kesempatan ini Ketua Sidang minta penjelasan atau pendapat anggota sidang yang mengenal dan pernah bekerja bersama Munadi. Pertama-tama yang memberi penjelasan adalah Ray. Cerita Ray adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;"Jika yang dijadikan criteria meluluskan Munadi ke pangkat G 12 adalah hanya nilai karya-karyanya, maka dia adalah orang yang paling pantas mendapat kenaikan pangkat saat ini. Saya mendukungnya seratus prosen. Munadi orangnya sangat jenius, rajin, dan gesit. Dalam 3 atau 4 jam Munadi bisa menghasilkan sebuah gagasan dengan baik, kalau diminta."&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;"Saya akui, dia sangat, sangat jenius. Betul, katanya, Munadi sangat jenius. Begitu juga waktu mahasiswanya" Tapi tindakan tidak pantas ini (menghubungi tim penilai persyaratak kenaikan pankat) bukan tindakan tak pantas satu-satunya yang dilakukan Munadi". Ray berhenti sebentar, memilih kata kata yang ingin disampaikannya. "Kami, koleganya sudah sering menjadi "pemadam kebakaran" akibat ulah dia. Banyak hal dia lakukan. Orangnya memang gesit sekali. Tapi, kata Ray, menekankan kata tapi tadi, ya itu tadi seringkali kami seluruh kolega di Divisi Teknik, sibuk memperbaiki akibat ulah dia atau menahan dampak yang lebih besar akibat ulah dia. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Itu sebabnya kami "menyerahkan" atau "mengembalikan" Munadi kepada Manajer HRD dengan usul untuk diberhentikan". Ray menjelaskan lebih jauh, dengan emosi yang ditahan, karena dia merasa harus menahan diri untuk tidak menjadi menjelek-jelekkan pribadi orang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Sambil mendengarkan berbagai komentar ini, Ketua Sidang berusaha menayangkan persyaratan untuk kenaikan pangkat dari laptop yang ada di depannya. Di layar ditayangkan item-item persyaratannya sbb:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Memiliki integritas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Menjalankan tugas dengan baik, dilihat dari kinerjanya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Menjalankan kewajiban dengan patuh, dan komitmen penuh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Memiliki tatakrama yang sesuai dengan pangkat yang dipegangnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;Memiliki kemampuan yang sesuai dengan pangkat yang akan disandangnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Nanang menyambung kembali:"Sebenarnya keberadaan Munadi di Divisinya, ketika divisi Umum masih dipegang Tomi, bukan atas dasar permintaan Divisi Umum, tetapi di"drop" dari atas. Jadi ibaratnya kami dapat jackpot. Itu istilah jika kita mendapat sesuatu yang tidak diinginkan" &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Dimas meluruskan: "Divisi Umum dibentuk satu paket dengan pemindahan Munadi. Dia adalah salah satu anggota tim yang membidani Divisi Umum"&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Nanang melanjutkan kembali penjelasannya: "sebetulnya pada proses kenaikan pangkat di Divisi Umum, kami sudah membicarakan semuanya. Bahkan supervisor Munadi langsung menyetujui. Tapi, karena kami tahu ada sejarah tidak lurus, maka kami menanyakan ke penilai kinerja Munadi di HRD, jawabannya "no comment". Saya tidak bias menangkap artinya. Kemudian saya berusahan menghubungi komisi kenaikan pangkat Di Divisi Teknik. Jawabannya: silahkan saja. Saya semakin bingung".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Baik, kata Ketua Sidang, apakah ada yang masih mau berkomentar? Kelihatannya sulit untuk dilanjutkan ke proses berikutnya. Bukan berarti bahwa kalau sekali seseorang salah, maka dia harus dihukum sepanjang masa. Tetapi mungkin kita perlu memaafkan atau mungkin ybs sudah berubah yang berarti proses pembinaan orang ini sudah berjalan dengan baik sehingga mampu mengubah pak Munadi." Kalau begitu siding untuk Munadi kita tutup saja sudah menghabiskan waktu cukup panjang, dan kita masih punya satu orang lagi yang harus dibahas" katanya. Kasihan pak Nawi, ketua Divisi Perencanaan yang sudah menunggu lama untuk sidang kenaikan pangkat ibu Widi", lanjut ketua Sidang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Tiba-tiba pak Wawan unjuk tangan. Pak Wawan pernah satu Divisi dengan Munadi, orangnya santun, penuh pertimbangan, tapi tegas. "Saya ingin mengajukan pendapat" Secara halus saya ingin mengatakan bahwa kalau Munadi belum berubah, maka Munadi tidak layak untuk naik pangkat" katanya&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Mendengar kata "tidak layak" yang lain tertawa, karena menurut yang penolakannya sudah tegas sekali.  Wawan kelihatan jadi merasa tidak enak, karenanya kemudian member penjelasan yang lebih jauh:" Saya akan abstain saja, karena saya tidak memiliki informasi yang cukup tentang dia, meskipun saya sering sms an dengan dia. Saya juga pernah bilang di sms ke Munadi. Jika Anda sabar, mungkin Anda bias jadi professor" katanya. "Maksud saya sabar, adalah kalau dia mengendalikan diri agar bersikap lebih baik, lebih bertanggungjawab", lanjut Wawan. "Saya takut kita salah mengambil keputusan. Kalau komisi ini salah memutuskan padahal saya adalah bagian dari komisi ini, maka saya ikut bertanggungjawab atas kesalahan ini".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;"Lho gak bisa abstain dong", kata Kiki, "masa anggota komisi tidak memiliki sikap".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;"Begini", kata Wawan, "saya ragu memutuskan". Kalau dia sudah berubah dan saya tidak sepakat dengan kenaikan pangkatnya, maka saya salah. Tapi kalau ternyata dia belum berubah dan saya menyetujui kenaikan pangkatnya. Salah juga kan. Karenanya, jika pengambilan keputusan tentang Munadi akan diambil, saya pilih abstain saja. Tanggungjawabnya berat untuk mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Akhirnya ketua Sidang mengusulkan jalan keluar untuk menangguhkan diskusi tentang Munadi ke minggu depan. Ray menyarankan, ketua Sidang bertanya pada beberapa orang yang memiliki informasi yang banyak dan bisa dipercaya, untuk kemudian diputuskan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Sementara itu Manajer HRD juga tidak memiliki kejelasan informasi apakah Munadi masih di Jakarta di Deptan atau sudah balik lagi ke LIPI. Katanya sudah balik, tapi kok gak kelihatan di Divisinya. Sehingga kalau betul dia sudah kembali dari Deptan seperti rumor yang beredar, mengapa dia tidak bertugas lagi di Divisi Umum.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;"Apa saya perlu menelpon Munadi untuk memastikan bahwa dia sudah tidak di Deptan lagi?", kata Nanang. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;Rapat memutuskan untuk menelpon Munadi di kesempatan lain.  &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-8687978359801207179?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/8687978359801207179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=8687978359801207179' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/8687978359801207179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/8687978359801207179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2008/02/kenaikan-pangkat-yang-alot.html' title='Kenaikan Pangkat yang Alot'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-9007805878272621006</id><published>2007-11-01T07:14:00.000-07:00</published><updated>2007-11-01T08:57:42.306-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='on behavior'/><title type='text'>Cerita dari perjalanan 1</title><content type='html'>Orang desa saba Amerika. Begitulah barangkali julukan yang akan diberikan orang pada saya. Ini adalah perjalanan pertama saya ke Amerika. Jika perjalanan pergi yang saya rasakan lancar-lancar saja, mungkin karena saya sudah siap menerima kesulitan perjalanan yang sudah saya dengar dari berbagai orang. Sejak sulitnya memperoleh visa (dan ternyata tidak jadi masalah buat saya), petugas imigrasi baik di Singapur maupun di Amerika, yang juga lancar-lancar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana selama di sana? Yang mengesankan buat saya adalah rumah-rumah yang tidak berpagar pembatas. Tidak khawatir dimasuki orang lain?&lt;br /&gt;Dulu saya mengartikan high contact culture dan low contact culture saya sering terbalik. High contact culture artinya budaya dimana kontak fisik dengan orang lain dianggap hal biasa, misalnya berdiri berdekatan, salaman, pelukan atau ciuman pipi ketika bertemu adalah hal biasa. Bangsa Amerika, cenderung low contact, meskipun ada yang mengatakan in between high dan low contact culture. Itu sebabnya saya heran, kalau mereka tidak terbiasa kontak, mengapa tidak ada pagar rumah yang akan membatasi interaksi dirinya dengan orang lain. Rupanya, karena yakin bahwa orang lain tidak akan mendekati dirinya, maka pagar rumah menjadi tidak penting lagi. Karena yakin bahwa orang lain akan menghormati wilayahnya, maka pagar rumah dianggap tidak terlalu penting lagi. Indonesia termasuk high contact atau low contact? Nah, tergantung. Kalau di kota besar cipika cipiki sudah jadi kebiasaan, baik antar wanita, wanita dengan pria atau pria dengan pria. Beda dengan di daerah atau di kota kecil. Dulu saya merasa bahwa Indonesia termasuk low contact culture, tapi, rumah di Indonesia selalu berpagar.  Barangkali memang gak ada hubungan antara high contact culture atau low contact culture dengan kebiasaan rumah berpagar. Kesadaran orang akan hak orang lain lah yang kelihatannya menentukan, keberadaan pagar ini.&lt;br /&gt;Hal berikutnya yang berkesan bagi saya adalah transportasi yang digunakan mereka, jaringan bus yang menghubungan transfer point dengan transfer point lainnya. Saya mengkhususkan waktu sehari minta diantar anak saya mengelilingi kota Lansing dengan bus. Barangkali menggelikan bagi orang lain, tapi saya keukeuh minta ditemeni dia. Masuk bus, masukkan uang sedollar (anak saya pake kartu langganan), sambil bilang "may I have transfer please", maka si supir bus akan memberikan karcis transfer yang berlaku dua kali naik bus lagi atau dua jam sejak karcis diprint. Bagian depan disediakan untuk handicapped person atau manula. Hebatnya, mobil akan direndahkan jika ada orang berkusi roda naik atau turun bus, untuk memudahkan mereka. Supir juga akan membantu mereka untuk duduk dengan aman di kursi rodanya di dalam mobil. Padahal mereka punya jadwal untuk sampai di tiap bus stop atau point transfer.&lt;br /&gt;Yang mengesankan berikutnya, adalah yang berkaitan dengan pelayanan baik waktu belanja, di restoran atau di pesawat. Pegawai toko akan menyapa kita dengan how are you atau have a nice day ketika kita selesai bayar. Saya coba bayangkan di Indonesia. Katanya orang Indonesia itu ramah. Menurut saya tidak sepenuhnya benar. Kalau kita mengartikan senyumnya orang Indonesia ramah, mungkin benar, tapi ramah yang tidak mengandung empathy, hanya fisik saja. Ada benarnya pendapat Rick Moore yang mengatakan, orang Indonesia itu murah senyum, tapi ketika dia sebagai patron apartemen minta bantuan petugas apartemen karena ada bagian yang tidak berfungsi di apartemennya, petugas tidak bener bener mencarikan jalan keluar untuk Rick.&lt;br /&gt;Service yang mereka lakukan betul-betul menunjukkan empathy pada konsumen. Di pesawat misalnya, mereka bantu kita mencarikan tempat untuk menyimpan cabin bag, menawarkan minuman, dsb. Atau di restoran, waitres atau waiter akan nanya, apakah semua sudah sesuai dengan keinginan, apakah tidak ada masalah, adakah yang masih diperlukan, ...&lt;br /&gt;Di Indonesia, sulit meniru hal yang sama. Mengapa? Menurut saya feodalisme yang masih berlaku di bangsa ini salah satu penyebabnya. Pekerjaan pelayanan dianggap pekerjaan rendah, maka berada pada posisi itu sebetulnya berada pada posisi tidak enak. Hanya karena kebutuhan perutlah yang menyebabkan orang menjalani pekerjaan tersebut, maka keterpaksaan lah yang ada. Tidak heran kalau teman saya berkomentar begini: "tersenyum  adalah bagian dari job descriptionnya pramugari". Waaahh...bisa gak tulus dong, karena dorongannya eksternal bukan internal. Kembali lagi persoalannya adalah  arti manusia, bagi manusia lainnya.&lt;br /&gt;Baru saja saya mendengar "sultan Jogya" mengatakan kata yang sama dengan salah satu judul blog saya "memanusiakan manusia".&lt;br /&gt;Cerita sambungannya, saya akan ceritakan di bagian kultur.  Have a nice day. :=)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-9007805878272621006?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/9007805878272621006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/9007805878272621006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/11/cerita-dari-perjalanan-1.html' title='Cerita dari perjalanan 1'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-7812191251245147537</id><published>2007-11-01T04:52:00.001-07:00</published><updated>2007-11-01T07:11:29.753-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='on behavior'/><title type='text'>Memanusiakan Manusia?</title><content type='html'>Beberapa hari ini saya merasa punya utang pada seseorang di kantor, seorang petugas tingkat teknisi. Pasalnya, saya belum sempat mengucapkan salam lebaran, mohon maaf lahir bathin. Karena biasanya setiap lewat tempatnya bertugas, saya selalu menyapa dia. Sibuk, itulah alasan nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari nengok anak saya di Michigan, ada banyak pengalaman yang saya ambil selama perjalanan. Pertama tentang petugas imigrasi &lt;a href="http://carangka.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;yang saya ceritakan di bagian lain blog ini, bulan lalu. Pengalaman ini saya ceritakan di kelas, waktu mahasiswa saya nagih oleh-oleh. Oleh-olehnya cerita. Karena cerita itu, saya jadi teringat kejadian yang serupa. Saya juga ceritakan kejadian yang lain yang saya alami beberapa tahun yang lalu, ketika saya mengerjakan proyek di sebuah BUMN penting. Saking pentingnya, BUMN ini merasa perlu melakukan penjagaan yang ketat. Setiap tamu, visitor harus punya kartu visitor. Kalau kita akan menjadi visitor cukup lama kita juga wajib menjalani screening. Proses ini merupakan proses di mana kita harus mendaftar di sekuriti, mengikuti tes tertulis, yang isinya pertanyaan berkaitan dengan ideologi. Seperti ujian P4 dan PPKN deh.&lt;br /&gt;Teman saya yang berangkat sebelumnya waktu itu marah-marah karena harus ikut proses ini. Selain itu kekesalan dia juga bertambah karena setiap keluar masuk instalasi/plant area dia mesti diperiksa sekuriti. Termasuk kalau harus keluar kompleks mau ke pasar atau mau makan seafood yang sedap itu, malam malam. Ketika tahu saya mau ke sana juga, dia nakut-nakutin saya, "rasain deh nanti" katanya.&lt;br /&gt;Pada saatnya tiba, saya malah lebih siap. It is ok, kalau saya harus melewati hal tersebut, rileks aja. Jadi, ketika harus ikut screening, karena saya lebih bersikap pasrah, saya lebih santai, bahkan bisa ngobrol dengan santai dengan petugasnya. Walhasil saya bisa menjalani semuanya dalam waktu yang singkat. Ketika keluar masuk kompleks saya juga sudah siap. Beberapa meter sebelum pos penjagaan, saya sudah buka kaca jendela (aturannya begitu), saya ucapkan salam pada penjaga dengan santai. "Malam pak". Beres, lancar. Dia tengok dikit. Pass.&lt;br /&gt;Ketika masuk plant site nih besoknya, lengkap dengan rombongan para asisten dan rekan lainnya, saya dikerjain mereka. Jalan duluan Bu, katanya. OK, saya bilang. Saya maju duluan bareng satu asisten. Dengan ramah dan respek pada petugas, saya ucapkan "selamat pagi pak", lewat, tanpa pemeriksaan barang bawaan dan tas. Semua surprise. Lho kok kali ini gak diperiksa, biasanya kami selalu kena periksa. Sejak itu saya dijuluki mayoret, karena keluar masuk plant site itu selalu di depan.&lt;br /&gt;Dua kejadian ini yang membuat saya merenung dan menceriterakan nya kembali kepada mahasiswa saya. Barangkali, ini barangkali ya, karena saya memandang mereka (petugas sekuriti) juga manusia dan saya memperlakukan mereka seperti manusia lainnya, yang sekali lagi saya hargai mereka karena sebetulnya mereka menjalankan tugas yang seharusnya mereka lakukan. Menjaga keselamatan negera atau instalasi yang harus mereka jaga. Dan yang kedua, mungkin juga karena saya sendiri sudah pasrah. Ketika dalam seminggu saya di sana, saya sekali waktu kena juga diperiksa, tidak ada masalah (maksudnya diperiksa itu tas dan segala yang kita bawa harus diperlihatkan pada petugas, termasuk isi tas tangan kita). Perasaan saya ringan-ringan saja.&lt;br /&gt;Dari beberapa kejadian ini, kemudian saya teringat istilah yang biasa didengungkan teman saya, "memanusiakan manusia". Arti dari sepenggal kalimat ini sangat mendalam. Dan saya merasa saya belum sanggup menjalankannya. Itu sebabnya saya merasa berhutang, seperti yang saya ceritakan di awal.&lt;br /&gt;Semoga Tuhan selalu mengingatkan saya, untuk menghargai keberadaan manusia lain. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-7812191251245147537?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/7812191251245147537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=7812191251245147537' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/7812191251245147537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/7812191251245147537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/11/memanusiakan-manusia.html' title='Memanusiakan Manusia?'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-2937726737808254937</id><published>2007-10-09T05:27:00.000-07:00</published><updated>2007-10-09T05:54:37.478-07:00</updated><title type='text'>Imigrasi</title><content type='html'>Apa sebetulnya tugas pegawai imigrasi di bandara? Pertanyaan itu menjadi sesuatu yang membayangi saya selama perjalanan ke Michigan, menengok anak dan ponakan lebaran ini.&lt;br /&gt;Kesan selama ini yang saya tentang petugas imigrasi dengar selalu "menyeramkan". Di Indonesia atau di Amerika, sama menyeramkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali saya berhubungan dengan petugas imigrasi adalah ketika ke singapur tahun 2006. Mukanya petugas imigrasi sedingin es di kulkas (maaf ya bapak/ibu). Wah, kupasang hati lapang dengan pemikiran "they are doing their job" "they do what they have to do" (apa memang harus dingin ya) . Sebetulnya ini cuma taktik untuk afirmasi diri untuk lebih pasrah menghadapi situasi apapun yang bakal dihadapi. Smile....itu penting...no matter how dinginnya mereka.&lt;br /&gt;Bolak dan balik lagi ke Indonesia aman aman saja. Bahkan saking jujurnya aku sudah siapin declare barang yang ku bawa dari Singapur. Dan malah ketinggalan entah di mana. Soalnya aku bilang gini sama anakku, andaikata mereka ingin ambil barang ini silahkan saja, ini kan cuma kacang dan buah buahan kering dan satu CD All the president man yang rencananya aku akan jadikan kasus di kelasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ke dua adalah minggu lalu. Kali ini kami cuma berdua, aku dan anakku. Imigrasi Indonesia? Nothing change, sami mawon, masih sedingin kulkas. Kami nginep di ambassador hotel transit di singapur. Malas keluar masuk karena jam 4 sore landing dan jam 4 pagi harus sudah check in di bandara. Karena gak bisa tidur akhirnya jam 2 kami memutuskan check out dari hotel dan keliling keliling di bandara. Minum kopi, sarapan (memang sudah diniatkan gak puasa, soalnya kemarin lumayan pusing puasa dalam perjalanan),. Ketika waktunya check in di D kami diperiksa oleh petugas imigrasi sepertinya orang Malaysia. Melihat saya dia langsung nebak Indonesia, padahal aku sudah siap berbahasa Inggris. Sopan, ramah, tidak ada prejudice, pertanyaan semua diajukan dengan konteks "saya ingin membantu kamu". Kalau ada sesuatu yang perlu aku ketahui katakan padaku sekarang juga. Kamu ngepak sendiri barang? ada orang lain yang bantu? bawa barang seperti ini? ...dst dst. Kebetulan aku bawa hak pen. Aku tanya, apakah barang seperti ini boleh kubawa? setelah diamatinya dia bilang menurutku boleh dibawa. tapi sebaiknya tunjukkan lagi di gate nanti. Kalau mereka bilang gak boleh ya serahkan saja, katanya. OK fair enough kupikir.&lt;br /&gt;Di gate D44 yang mereiksa India, tegas, not too cold, hehehe...aku lolos juga dengan barang tadi. Jadi baik baik saja ternyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seetelah 17 jam lebih , setalah arus lari-lari di Narita karena hampir ketinggalan pesawat sambungan ke Detroit, kami sampai di Detroit,. Petugas imigrasinya cakep, berseragam gagah, biru tua, seputar pinggang penuh dengan berbagai gauge, tapi tetap ramah.&lt;br /&gt;Pertanyaannya cuma: ngapain ke sini, kapan terakhir ke sini, pekerjaan kamu apa? berapa lama akan ada di sini? anakmu ngapain di sini? semua dia ajukan dengan ramah. Sempat berkelakar ketika kubilang anakku di Lansing Community College' dia bilang that is great, as long as not MSU. Menghibur, karena aku yakin MSU adalah sekolah yang reputable di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah step berikutnya periksa lagi form declare yang dibawa . Ini juga lolos dengan baik. terakhir diperiksa bawaan.&lt;br /&gt;Kami sempat salah jalur, sambil nunggu, kau baca valuenya mereka. Bukan main, memang dengan baca itu rasanya semua akan mencoba meningkatkan diri ke arah sana, jadi semacam self fulfilling prophecy bagi para petugas ini. Jadi kebanggan kalau mereka bisa memenuhi semuanya.&lt;br /&gt;Dengan ramah si petugas mengatakan kamu salah jalur, dan segera mengantar kami ke jalur yang smestinya kami ikuti. Diantar,....wow...bukan main. Inilah service yang benar benar service. Di pemeriksaan isi koper memang mereka teliti. Tapi mreka hanya menyisihkan koper yang menurut scanning mereka ada sesuatu yang perlu dicurigai. Meskipun mereka masih salah identifikasi. Diidentifikasi di koper anakku ada sesuatu. Setelah dibongkar, ternyata gak ada apa-apa. Mereka berusaha menutup koper itu lagi meskipun dengan susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kenapa di Indonesia gak bisa dilakukan seperti ini? Mengapa????????&lt;br /&gt;Apakah semua perlu dicurigai kriminal, penyelundup?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-2937726737808254937?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/2937726737808254937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=2937726737808254937' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/2937726737808254937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/2937726737808254937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/10/imigrasi.html' title='Imigrasi'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-3716985607600513810</id><published>2007-09-30T18:01:00.000-07:00</published><updated>2007-09-30T18:10:53.666-07:00</updated><title type='text'>Ujian</title><content type='html'>Buat teman teman di DMB2 tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan setelah ujian tertulis dan tertutup MRBL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi malu hati ketika teman saya bilang gini. Entah ditujukan pada siapa. Puasa-puasa gini ujian kok nengok kiri kanan, apa gak batal?&lt;br /&gt;Wah,...... saya langsung introspeksi. .......Apakah saya tadi tengok kiri kanan?.......Hmmmm....... Ya nengok sih. Kalau enggak kan pegel nunduk terus atau lurus terus...hehehe.&lt;br /&gt;Ya...gimana gak langsung introspeksi aku kan dosen, kalau aku juga melakukan hal yang sama yang biasa dilakukan murid muridku, apa kata dunia............?&lt;br /&gt;Biar saya yang menjawab pertanyaan tadi pada Yang Maha Kuasa, yang sudah tidak perlu lagi jawaban itu, karena Beliau sendiri sudah Maha Tahu. Terimakasih untuk peringatannya. Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari perbuatan yang dilarangnya. Amien. Semoga kita bisa lulus dengan baik dan lurus pula. Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-3716985607600513810?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/3716985607600513810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=3716985607600513810' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/3716985607600513810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/3716985607600513810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/09/ujian.html' title='Ujian'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-2544421520224661324</id><published>2007-09-30T17:27:00.000-07:00</published><updated>2007-09-30T18:01:19.956-07:00</updated><title type='text'>Wartawan Gadungan?</title><content type='html'>Setelah pusing tujuh keliling ujian metode riset, aku memutuskan untuk melaksanakan niat tertunda untuk nengok keluarga di Garut. Di sana kami baru saja mendapat sumbangan untuk taman bacaan masyarakat (TBM). Adik-adikku bingung untuk segera mewujudkan taman bacaan yang cukup baik. Hmmm...cukup baik, untuk ukuran sebuah kampung kecil. Kebetulan ada pondok peninggalan orang tua, yang sekarang tidak ada penghuninya. Maka kami jadikan setengahnya untuk TKA dan sebagian lagi untuk TBM ini. Bukunya belum banyak, soalnya adikku masih belum srek mau beli buku seperti apa? Nasihatku sih, coba konsentrasikan ke remaja ke bawah aja dulu. Beli bacaan yang menyenangkan tapi ada nilai yang dapat diambil di dalamnya. Justru di situ rupanya kesulitannya. Kebanyakan buku komik yang ditemui.&lt;br /&gt;Akhirnya, kami mengumpulkan buku-buku yang ada di rumah yang kami beli sewaktu anak anak masih kecil dan sekarang sudah tidak dibuka lagi. Lumayan, bisa memenuhi satu rak buku.&lt;br /&gt;Saya minta anak saya bikin proyek mengumpulkan buku baik yang sudah ingin disumbangkan oleh orang karena sudah tidak dibutuhkan lagi misalnya. Proyek ini pernah dia lakukan waktu aksi sosial untuk panti asuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hubungannya dengan wartawan gadungan? Begini cerita singkatnya.&lt;br /&gt;Di Garut sana setelah melihat fasilitas, sambil diskusi bagaimana menambah fasilitas ruang yang memadai, mencari dari mana duitnya? atau persisnya berapa banyak yang diperlukan, berapa lama kami bisa mengumpulkan uang yang diperlukan ini, dsb.dsb, biar sekalian bangunan TKA nya juga bisa diperbaiki...sampailah kami pada pembicaraan santai.&lt;br /&gt;Salah satu ipar cerita, bagaimana mereka kedatangan lima wartawan yang bertahan bertanya tanya macam macam selama l3bih dari 3 jam , yang ujung-ujungnya minta duit.&lt;br /&gt;Kalau soal yang begini, kami diajari dengan keras oleh ayah almarhum untuk mengatakan TIDAK .&lt;br /&gt;Yang lucu di awal "wartawan" ini menasihati adik saya "bahwa setiap peser uang itu harus dapat dipertanggung jawabkan".&lt;br /&gt;Kemudian dilanjutkan dengan "ada kabar semua sumbangan ini dijadikan fasilitas fisik saja"&lt;br /&gt;Setelah lama berdebat, sampai mengatakan bahwa kami baru saja seminggu memperoleh sumbangan tersebut dan belum sempat beli buku, sampai buku tanbungannya pun diperlihatkan bahwa uangnya masih utuh ada di sana, akhirnya adik saya terbesar kalah sabar (bulan puasa pula), dan panggil kakak tertua yang ada di sana. Kakak kami bilang begini: silahkan anda laksanakan tugas anda, kalau mau memberitakan kami baik yang buruk maupun yang baik, silahkan sesuai dengan keadaan. Tapi kami juga punya hak dan kewajiban yang sama, kalau ada yang tidak beres, kami juga bisa melaporkan hal yang sama. Akhirnya mereka keluar. Gigit jari. Ngeloyor pergi ke jalan.&lt;br /&gt;Selesai?.....Tunggu dulu.&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian seorang santri yang ada datang dan bilang para "wartawan" tadi minta kakak saya menemui mereka di jalan. "tidak ada cerita, aku mau sholat" kata kakak saya. Pulang kamu , katanya ke santri tadi. Jangan layani orang itu.&lt;br /&gt;Tahu gak mempan, akhirnya mereka balik lagi ke rumah dan bisik-bisik bilang sama adik saya, " ya buat bensin aja lah" Dengan gemes adik saya bilang : "bagaimana saya mesti mempertanggungjawabkan uang bensin ini?" Skak maat...&lt;br /&gt;Segera si wartawan gadungan ini ngeloyor pergi.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf pada para wartawan yang bener dan lurus. Tapi cerita ini adalah cerita yang betul-betul terjadi. Kami prihatin melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih memprihatinkan, lima wartawan ini di antar oleh orang dari dinas yang memberi bantuan untuk TBM tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berdoa kepada Tuhan YME untuk mendapat jalan agar bisa segera membangun TKA ini dengan kekuatan kami tanpa harus menerima bantuan pemerintah. Adik-adik saya (semua perempuan) kapok kalau harus menemui lagi hal seperti ini. Kami orang sederhana yang hanya ingin mewujudkan impian orangtua kami yang belum terwujud di masa hidup beliau, yaitu mendirikan sekolah buat rakyat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-2544421520224661324?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/2544421520224661324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=2544421520224661324' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/2544421520224661324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/2544421520224661324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/09/wartawan-gadungan.html' title='Wartawan Gadungan?'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-5650307153533192527</id><published>2007-09-15T16:57:00.000-07:00</published><updated>2007-09-15T18:16:57.585-07:00</updated><title type='text'>Every class has personality</title><content type='html'>Sampai saat ini kalau di hitung-hitung yang paling menyenangkan ngajar itu di kelas Chevron. Mahasiswa nya pinter-pinter dan punya keinginan belajar yang besar, serta disiplin. Di samping itu selain mereka mudah menerima feedback, sikapnya bener bener mencerminkan orang dewasa yang memiliki motivasi untuk belajar.&lt;br /&gt;Apakah berarti lebih mudah ngajarnya? Tidak juga. Yang jelas sih memang lebih menyenangkan membuat yang ngajarnya juga semangat. Kenapa tidak lebih mudah? Jawabannya adalah karena pengajar juga harus lebih siap. Menyesuaikan diri dengan karakter kelas, sehingga siap share yang seimbang. Pertanyaan yang diajukan juga pertanyaan yang didasari pengalaman mereka di lapangan. Di sini lah seni nya "ngajar". Kalau hanya berpegang sama substansi, kelas seperti ini sudah tidak perlu banyak diajari, tinggal didorong aja sedikit. Mereka juga mampu beli buku sendiri dan dibaca pula.&lt;br /&gt;Yang menyenangkan, dari kelas seperti ini, dosen juga mendapatkan pengetahuan tambahan berkaitan dengan praktek di lapangan seperti apa kira-kira yang terjadi. Karena itu mengaitkan contoh dengan praktek lapangan yang dialami mereka menjadi penting. Dalam hal pengetahuan dosen tentang lapangan perlu ada dasarnya, sehingga bisa melempar pertanyaan yang tepat untuk memancing situasi lapangan yang lebih luas berkaitan dengan aplikasi dari teori yang dikemukakan.&lt;br /&gt;Yang lucu ketika saya menyampaikan terimakasih saya kepada kelas karena partisipasi mereka, dan bahwa selama dua hari bersama mereka, kami juga memperoleh banyak "pelajaran" baru. Mereka mengira saya terlalu merendah. Padahal hal tersebut saya kemukakan spontan dan tulus. Saya bener-benar tidak bisa menahan diri untuk mengatakan bahwa kami senang berada di tengah mereka dan memperoleh "pelajaran" banyak dari kuliah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi inget komentar Andy, every class has personality. Begitu katanya, ketika saya dapat tugas presentasi di depan kelas dia dan saya membawakan presentasi tentang personality. You are right Andy. Hey kapan kamu mau kirim tulisan kamu ke aku, katanya mau kirim, janjinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-5650307153533192527?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/5650307153533192527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=5650307153533192527' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/5650307153533192527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/5650307153533192527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/09/every-class-has-personality.html' title='Every class has personality'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-2244487880627435904</id><published>2007-08-09T07:26:00.000-07:00</published><updated>2007-08-09T08:05:26.536-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peter Prescription'/><title type='text'>Peter Principle 1</title><content type='html'>Saya ceritakan dulua asal mula kepenasaran saya mencari buku yang disebut The Peter Prescription.&lt;br /&gt;Awal tahun 2007 ini, semua yang ngajar (in English) nya masih dodol diminta ikut kursus. Salah satu instrukturnya namanya Andy. Galak, tapi humoris. Sekali waktu saya kebagian membawakan kasus depan dia untuk dikritisi, kekurangannya dan diberi saran perbaikan. Kasus yang kubawakan, bagaimana seseorang manapaki jenjang karir, naik ketingkat yang lebih tinggi, tapi ternyata dia tidak mampu menjalankannya. Waktu itu saya bilang, mungkin tidak terbiasa atau belum bisa mengubah sikap staf menjadi bos. Karena teman lamanya sekarang berada di posisi bawah, jadi tidak terbuka lagi. Atau barangkali kebiasaan mico manager nya masih kebawa sampai posisi bos. Nah yang satu ini merupakan derailment bagi seorang leader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu lah Andy bilang ada sebuah prinsip yang disebut Peter principle yang bunyinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"In a hierarchy every emlpoyee tend to rise to his level of incompetence"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cari bukunya, saya temukan hanya ada used book di Amrik sana, harganya cuma 6 dollar sen. Mahalan ongkos kirimnya. Kukirim ke rumah ponakanku. Waktu bapaknya nengok dan balik lagi ke Indonesia, buku itu sudah dibawakannya. Ternyata isinya menarik sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan menceritakannya satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Peter, manusia itu menciptakan hierarkhi selama hidupnya. Sejak masa kecilnya. Bayangkan saja sekolah ada jenjangnya: TK, SD, SMP, SMU...dst Lihat lagi di organisasi, di pemerintahan, di militer...dan lain lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari prinsip yang dia kemukakan ini adalah bahwa, umumnya manusia akan mengembangkan dirinya sampai suatu saat sampai di titik tidak ada lagi tangga ynag dapat dititi nya. Ambisi manusia akan membuat dia menciptakan tangga lanjutannya. Sampai suatu ketika ujung tangga ini tidak dapat ditapakinya, karena ketidak kompetenan dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kasus yang memberi contoh situasi ini. Saya mengerti sekarang mengapa seorang tukan sate yang jualan di pojok jalan Pendawa tidak mau meningkatkan usaha nya menjadi lebih besar. Padahal konon satenya laku sekali, sehingga dia bisa berangkat ke Mekah lima kali selama ini. Alasannya simpel. Dia khawatir tidak dapat mengelolanya.&lt;br /&gt;bagaimana contoh lain ...akan saya bahas di waktu  lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-2244487880627435904?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/2244487880627435904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=2244487880627435904' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/2244487880627435904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/2244487880627435904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/08/peter-principle-1.html' title='Peter Principle 1'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-2857220641109282795</id><published>2007-08-09T01:11:00.001-07:00</published><updated>2007-08-09T07:16:00.562-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='on behavior'/><title type='text'>Abilene Paradox, Asumsi</title><content type='html'>Pernah denger tentang Abilene Paradox? Cerita tentang kesalah persepsian dan salah asumsi ini sering saya jadikan contoh di kelas. Ceritanya saya modifikasi dengan cerita Indonesia. Kira-kira begini: Di satu hari Minggu siang yang panas sebuah keluarga berkumpul sambil ngobrol ke sana kemari. Sepasang suami istri dengan anak dan mantunya, ngobrol keseharian. Tiba-tiba sang Bapak mertua mengajak yang lainnya untuk makan siang di luar. "Kalau kita makan di Ciganea (yang di Purwakarta maksudnya, dulu belum ada Ciganea di Bandung) kayaknya enak ya" Mula-mula si isteri (ibu) diem aja, tidak menanggapinya. Tidak lama kemudian anak perempuannya menjawab: Iya pak, kayaknya enak ya makan di luar minggu minggu gini. Sambil jalan-jalan. Melihat respon isterinya, sang mantu (suami anaknya si Bapak) bereaksi juga: Wah boleh tuh, aku ikut deh. Akhirnya, sang mertua perempuan jadi ikut juga melihat semuanya sepakat untuk pergi.&lt;br /&gt;Perjalanan ke Ciganea, ditempuh dalam waktu relatif cepat, lewat Cipularang minggu siang gak terlalu rame, sejam setengah kemudian sudah di depan Rumah Makan bu Haji Ciganea. Waduh ternyata gak bisa langsung duduk, karena antrian sudah lumayan banyak. Jadi lah mereka menunggu setengah jam untuk mendapat tempat duduk. Maklum laku sekali restoran yang terkenal dengan sambel dadak nya ini.&lt;br /&gt;Maklum musim kemarau, ditambah Purwakarta memang lebih panas dari Bandung, makan sambil keringetan, seperti orang Indonesia pada umumnya, selesai setengah jam. Sudah ditunggu pelanggan lain yang ingin makan juga.&lt;br /&gt;Sore-sore 4 jam sejak keberangkatan dari Bandung, mereka berempat sudah kembali berada di rumah. Turun dari mobil, sang anak perempuan bilang, enak juga ya tadi makan, sampai kenyang begini. Ibunya menjawab: apanya yang enak, makan aja harus ngabisin waktu empat jam dengan perjalanan, di panas yang berdebu pula. Aku gak menikmatinya. Respon ibu mertua ini ditimpali juga oleh sang mantu, iya mana agak macet lagi jalanan, banyak yang nyetir ugal-ugalan (maklum dia yang nyetir saat itu). Habis, kata anak perempuannya, aku kasihan sama Bapak. Ngajak makan, gak ada yang merespon. Padahal sih aku juga males keluar rumah. Hari panas berdebu kayak gini. Ternyata ketahuan bahwa si Bapak pun sebenarnya tidak terlalu berminat makan di luar, tapi karena dia pikir semua orang lagi bosan dan ingin menyenangkan istri, anak dan mantu nya dan dia menganggap bahwa ajakan makan adalah ajakan yang tepat maka, keluarlah ajakan tadi. Yang lain menyambut ajakan tadi juga berasumsi bahwa sang Bapak, dan sang anak perempuan, kepingin sekali pergi makan di lauar. Dan karena rasa sayang dan ingin menyenangkan pihak lain itu yang membuat mereka mau pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa makna semua ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, niat baik tidak selalu menghasilkan kebaikan. Niat baik nya si Bapak, tidak menghasilkan kebaikan. Ada kata kata bijak yang mengatakan "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;road to hell pave with good intentions" &lt;/span&gt;.....&lt;br /&gt;Jadi niat baik saja tidak cukup. Tentang hal ini saya sudah sering mengkritik suami yang mengatakan "niatku kan baik" meskipun hasilnya jelek, yang penting niatnya sudah baik.  Menurut saya ada hal lain yang perlu diperhatikan untuk mencapai tujuan baik atau mewujudkan niat baik ini, yaitu cara. Niat baik kalau cara tidak baik, bisa jadi hasilnya malah busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, jangan gunakan asumsi.&lt;br /&gt;Asumsi bahwa orang memperhitungkan diri kita, asumsi bahwa orang lain tahu tugasnya, asumsi bahwa orang lain tahu batas, asumsi bahwa orang lain akan sebaik kita memperlakukan dia, asumsi bahwa orang lain akan jujur dengan ucapannya...asumsi bahwa pembimbing akan memberi tahu kesalahan, asumsi bahwa semua bisa dikerjakan dengan mudah, ....dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Saya berikan beberapa contoh kejadian yang menimpa seseorang akhir-akhir ini, berkaitan dengan asumsi.&lt;br /&gt;Tiba-tiba rapat dibatalkan. Lho, mengapa? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kan sedang pada sibuk hari ini&lt;/span&gt;. Wah...padahal saya sudah menggeser acara supaya pada saat rapat kosong.&lt;br /&gt;Ini keputusan yang didasarkan asumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain: Keluar dari bandara, kami (aku dan suamiku kembali ke tempat mobil diparkir). Lho kok mobil tidak ada di tempatnya. Aku belum pikun lah, untuk tidak mengenali tempat parkir di terminal 2. Setelah ditelpon ternyata, mobil dipindah oleh supir, dan dia nunggu di pintu keluar. Lho wong aku dan suamiku ambil jalan lain waktu keluar dari bandara menuju mobil, tidak ambil jalan semula. Ya...gak ketemu dong. Aku cuma bisa nyengir deh kalau sudah begitu, ya salah sendiri gak bilang dan berasumsi, supir akan ngerti kalau mindahin mobil itu akan lapor, harusnya kan kukasih tahu kalau tahu begitu. Kami memutuskan pergi dari bandara 5 menit sebelum jadwal take off nya anak kami ke Seoul. Di perjalanan, masih di lingkungan Cengkareng, anakku nelpon, ngabari mau boarding dan ngabari kalau semua HP gak akan bisa dipake di Seoul, karena sistemnya tidak compatible. Kecuali yang 3 G katanya.&lt;br /&gt;Nah...ini akibat asumsi juga kan. Asumsinya, telkomsel bisa digunakan atau konek di mana saja, seperti iklannya.&lt;br /&gt;Kata dia lagi, satu dari 3 temennya bawa 3 G, jadi dia akan sms aku sesampai di Seoul pinjem HP temennya. Lega juga rasanya masih ada komunikasi deh. Atau dia bisa sewa HP di sana. Padahal di sini dia sudah isi IM3 nya 200 ribu isinya. Maih dikasih catatan, kalau kurang kamu telpon ibu nanti diisi dari Bandung sini. Hehehehe.....&lt;br /&gt;Pagi-pagi aku sudah ngitung nih, mestinya sudah sampai mereka di Seoul nih. Kok belum ada sms ya. Suamiku tanya, sudah ada kabar?&lt;br /&gt;Gak lama kemudian ada telpon, nomornya aneh sekali. Eh dia ternyata ngabari bahwa sudah sampai di Seoul, pake kartu telepon. Soalnya semua HP, even 3G gak jalan di sana. Nah kan korban asumsi lagi.&lt;br /&gt;Masih panjang sih sebetulnya cerita tentang asumsi dan pengambilan keputusan ini. Intinya, asumsi salah ya pengambilan keputusan salah juga lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abilene paradox sendiri sebetulnya dikaitkan dengan masalah persepsi dan atribusi.  Bagaimana kesalahan persepsi bisa terjadi? Karena (salah satunya) kita sering mengukur orang lain dengan diri kita. Di sini kepekaan perlu diasah. Nah kalau dikaitkan dengan konsep self monitoring, untuk mengatasi kesalahan persepsi akibat kita memproyeksikan diri kita pada orang lain, diperlukan kepekaan dalam "membaca" perasaan orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-2857220641109282795?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/2857220641109282795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=2857220641109282795' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/2857220641109282795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/2857220641109282795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/08/abilene-paradox-asumsi.html' title='Abilene Paradox, Asumsi'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-6927638407701324955</id><published>2007-08-01T08:14:00.000-07:00</published><updated>2007-08-01T09:24:06.302-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blablablahhhh'/><title type='text'>Sistem Kinerja.</title><content type='html'>Tiga minggu belakangan ini topik hangat yang selalu dibicarakan super bos adalah banyaknya Staff/Analis yang nganggur, kurang kerjaan. Padahal digaji penuh.&lt;br /&gt;Minggu pertama Kepala Seksi yang membawahi Staff Junior ini dikumpulkan Big Boss. "Sya tengarai banyak Staff yang nganggur, datang siang" Bagaimana nih para KaSexi, apakah cara mengalokasikan tugas dan pemantauannya sudah benar?&lt;br /&gt;Satu per satu Kepala Sexi (botak kali ya) mengemukakan pendapatnya. Big Boss manggut-manggut. Yang satu bilang, berdasarkan standar beban kerja sebetulnya sudah dipenuhi. Yang lain bilang kami sudah membuat laporan kegiatan kami mingguan. Yang satu kagi bilang, yaa malah masih banyak tugas tambahan yang tidak tercatat yang datangnya belakangan dan gak bisa ditolak. Ok...Ok...kalau gitu aman. Terimakasih. Maaf kalau saya salah duga selama ini.&lt;br /&gt;Semua Kepala Sexi lega, bereeees. Rapat selesai. Persoalan selesai.&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, tiba-tiba para Kepala Sexi ini diminta rapat lagi (di luar rencana) soalnya harusnya gak tiap minggu ada rapat Kepala Sexi. Ada apa lagi?&lt;br /&gt;Maaf, rapat mendadak, ada persoalan genting, Big Boss membuka rapat, sementara para Kepala Sexi belum lengkap. Maklum rapatnya mendadak. Kertas diedarkan, isinya alokasi tugas resmi setengah tahun ke belakang ini. Banyak Staff Junior yang makan gaji buta, tidak mendapat tugas apa-apa setengah tahun mendatang ini. Padahal mereka mendapat gaji besar, pantesan aja banyak yang berminat untuk melamar kerja di sini.&lt;br /&gt;Di surat penugasan ini kelihatan ada beberapa yang kurang pembebananya memang. Salahkah? Apakah Kepala Seksi bohong minggu lalu tentang penugasan sudah penuh ini? Banyak pelajaran yang bisa dikaji dari persoalan ini.&lt;br /&gt;Menurut Jawaban Kepala Seksi:&lt;br /&gt;1. Ini tugas periode setengah tahun ke belakang, di mana ada plot lain, selain tugas yang tertera di kertas ini. Walhasil informasinya gak lengkap.&lt;br /&gt;2. By design, memang akan seperti itu alokasinya, karena ada tugsa lain diluar catatan tadi. Tapi belum ada mekanisme pencatatannya&lt;br /&gt;3. Sebagian dari staff ini baru diangkat, Kepala seksi juga belum tahu, kalau staff ini sudah diangkat, bagaimana mau kasih tugas.&lt;br /&gt;4. Ada staf yang dialkoasikan di satu seksi, tapi kepala seksi nya tidak merasa membutuhkan orang ini, karena tidak masuk kriteria dan tidak sesuai kebijakan yang ada di mana staff harus memilih mau jadi fungsional atau mau di struktural. Masih ada staff yang berstatus memegang dua jabatan berbeda. Susah lah ngaturnya. Bagaimana mengukur kinerjanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorenya semua staff dan para manajer di tiap layer dikumpulkan. Kembali masalah ini dibuka. Big Boss mengatakan kembali keberatannya. Sampai keluar kata kata yang gak enak di dengar di depan semua orang seperti "kamu digaji besar tapi tidak bekerja apa apa".&lt;br /&gt;Besoknya semua staff khusus dikumpulkan. Kembali diberi tahu langsung oleh Big Boss, standarnya harus pegang  tugas dua program, plus administrasi, plus riset, plus...plus. Kok berubah ya., dari rancangan semula yang mengatakan hanya pegang dua program saja. Dulu hitung-hitungannya begitu deh.&lt;br /&gt;Celakanya salah satu staf ada yang gak terima diperlakukan seperti itu. Dia membantah. Gimana mungkin dia makan gaji buta, padahal pekerjaan dian banyak sekali, sudah menghasilkan beberap disain, riset, dan membantu senior seniornya. Belum lagi membantu para karyawan di level teknisi. Wah....memalukan. Big Boss minta maaf karena hal ini. Positif atau negatif. Positifnya, Big Boss gentleman mengakui kesalahan. Negatifnya, kurang hati-hati, kalau terlalu sering begini, bisa bisa kehilangan wibawa.&lt;br /&gt;Mengapa sih sebenarnya semua persoalan ini terjadi?&lt;br /&gt;Pertama: informasi yang digunakan keliru, atau tidak lengkap. Bagaimana mungkin menilai kinerja seseorang hanya dari sebagian penugasan saja. Bagaimana dengan penugasan yang lain, yang tidak tercatat. Adakah sistem pencatatannya?&lt;br /&gt;Kalau tidak ada, bagaimana mau menilai performance seseorang, lha alat ukurnya juga gak ada.&lt;br /&gt;Kedua, bagaimana mau berkinerja, kalau fasilitasnya juga tidak didukung, persetujuan anggaran yang diajukan sudah setengah semester tidak ada kejelasan, membuat beberapa kegiatan tidak bisa dijalankan.&lt;br /&gt;Ketiga, mengapa para Kepala Sexi tidak diberiotorita yang cukup untuk mengelola staffnya. Kurang percaya? Micro manager? atau ada yang lain?&lt;br /&gt;Mengapa isyu ini tidak pernah selesai? Ada yang mencari keuntungan dari situasi ini? Ada apa dibalik ini semua? Belum lagi mekanisme yang gak jelas. Kalau ada yang kurang, Kepala Sexi ini dioyak oyak. Kalau sukses? Apa ada penghargaan?&lt;br /&gt;Persoalan lain dampak sampingan dari kocar kacir nya sistem manajemen yang ada adalah ternyata ada yang masih diminta kerja di dua seksi, gak jelas deh tanggungjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lesson Learned nya:&lt;br /&gt;1. sistem kinerja perlu disediakan, kriteria kinerja perlu ditentukan, juga mekanismenya, dan  apa konskuensinya.&lt;br /&gt;2. Baru monitor bisa dijalankan kalau sudah jelas kriteria penilaian.&lt;br /&gt;3. Kalau ada yang berkinerja? Diberi reward? Harus dong. Kalau ada yang tidak berkinerja? Dihukum atau dibina? Kalau dasarnya psikologi positif tentunya dibina. Sanggup melakukan coaching? Harus, tidak ada jalan lain. Di sini lah fungsi manajemen sumber daya manusia berjalan. Penilaian Kinerja bukan untuk menghukum, tetapi untuk "membina manusia".&lt;br /&gt;4. Jangan menilai tanpa fakta. Itu tidak fair atau kita akan kehilangan muka.  Karena si ini kelihatan baik, kelihatan sering melapor, maka seolah olah banyak kerjaannya. Yang lain yang banyak kerja, tapi gak banyak omong malah dianggap gak ada kerjaan. Feodal sekali, kalau sebentar sebentar staff harus lapor. Kapan kerjanya&lt;br /&gt;5. Jangan berlakukan standar ganda, staff yang satu harus memenuhi persyaratan tertentu, dites ini itu, yang lain tidak.&lt;br /&gt;6. Memberikan feedback kinerja, tidak di depan umum. Harusnya individual.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-6927638407701324955?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/6927638407701324955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=6927638407701324955' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/6927638407701324955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/6927638407701324955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/08/sistem-kinerja.html' title='Sistem Kinerja.'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-8179046325226741057</id><published>2007-07-17T07:20:00.000-07:00</published><updated>2007-07-17T08:22:15.930-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ITB matters'/><title type='text'>Jadi Guru Besar?,Susah setengah mati deh.</title><content type='html'>Jadi professor (guru besar) itu cita-cita atau keharusan? Barangkali jawabannya bisa dua-duanya. Dari sisi individu bisa jadi cita cita (bisa jadi.....) jika dilihat bahwa menjadi professor itu merupakan tangga tertinggi dalam karir seorang dosen. Harusnya begitu. Jangan tanya mengapa ada yang tidak berminat. Penyebabnya bisa beragam, ada yang malas mengurus tetek bengek persyaratannya, ada yang tidak mau menanggung implikasinya menjadi professor, dsb. dsb.&lt;br /&gt;Dari sisi perguruan tinggi ya keharusan, soalnya kelompok keahlian atau laboratorium mesti dipimpin oleh seorang professor.&lt;br /&gt;Tapi, mengapa begitu susah untuk menjadi professor, terutama di ITB. Beginilah perjalanan pengajuan kenaikan jabatan ke Guru Besar :&lt;br /&gt;1. setelah berada di Lektor Kepala dan sudah mengumpulkan angka kredit sehingga mencapai angka 850 dengan berbagai persyaratan tertentu termasuk komposisi pengajaran, penelitian dsb terpenuhi, semua ini diajukan ke Tim Penilai Angka Kredit di Fakultas atau Sekolah. Lolos? Tidak ada kesalahan? Penilaian sesuai dengan aturan? Rekomendasi dari dua guru besar lainnya ada? Lewat. (Otherwise, you have to revalidate your score...sigh). Kalau lewat...lanjut&lt;br /&gt;2. Selanjutnya semua berkas usulan dengan rekomendasi Ketua Senat Fakultas atau Sekolah oleh Dekan diusulkan ke TPAK Institut/Universitas. Disini diteliti lagi segala sesuatu nya. Waah ada yang salah mencantumkan item atau salah penilaian...kembalikan ke Fakultas atau Sekolah untuk diperbaiki. Kalau prima...lewat ke langkah berikutnya. Ke Senat Akademik&lt;br /&gt;3. Di senat akdemik, berkas usualan ini dibahas di Komisi, komisi ngecek lagi semua persyaratan, sama seperti tadi kalau masih ada kekeliruan dikembalikan ke tempat asal berkas. Kalau Komisi 3 mengatakan usulan OK, proses lebih lanjut. Selanjutnya adalah minta pertimbangan Majlis Guru Besar.&lt;br /&gt;4. Di MGB, sama ada Komisi yang akan membahasnya, dengan kriteria yang ditentukan MGB. Hasilnya bisa "direkomendasikan" atau "belum bisa mendapat pertimbangan".&lt;br /&gt;Kembali ke Komisi 3 (sebagai bagian dari Senat tentunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini lah terkadang tidak nyambung, apa makna "belum bisa mendapat pertimbangan" ini? Bagaimana harus diterjemahkannya? Ditolak selama lamanya? Ditolak saat ini tapi boleh diajukan lagi setelah diperbaiki? Kalau harus diperbaiki, bagian mana yang kurang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah kerumitan mulai. Persoalannya, ada kriteria yang diterapkan oleh MGB yang tidak dapat dijabarkan ke dalam kata-kata , sebagai inclusion requirement nya MGB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya berkaitan dengan proses pengembangan dosen, pegembangan kualitas dan kepakaran yang berkaitan dengan pengembangan karirnya.&lt;br /&gt;Pertama, dosen sendiri perlu tahu apa yang harus dirintisnya dan secara persisten dijalaninya untuk dapat mencapai posisi Guru Besar ini. Kriteria ini yang menjadi guidancenya. Bagaimana bisa memperoleh arah yang tepat jika arah tersebut tidak diketahuinya. Maka sia-sia lah usaha 7 tahun mengumpulkan angka kredit, karena tidak sesuai dengan kriteria "beyond number called angka kredit". Guidance ini harus formal, sehingga merupakan pegangan yang legitimate.&lt;br /&gt;Kedua, jika Fakultas/Sekolah atau dalam hal ini Kelompok Kepakaran ikut bertanggung jawab dalam pengembangan dosennya (harusnya sih begitu) maka Fakultas/Sekolah/KK juga perlu tahu untuk mendapat arahan cara bagaimana harus mengarahkan dosen-dosen dan bagaimana memfasilitasinya. Jika ada. Soalnya selama ini semuanya usaha sendiri. Cari saluran sendiri, cari network sendiri, cari kenalan di luar negeri sendiri. Fasilitas dari ITB? Oh ada dong, nama besar ITB sendiri dan rekomendasi rekan sejawat atau senior. Cukup kan? Apa yang kurang?&lt;br /&gt;Kelemahan ini perlu dikaji lagi jika ingin berkembang. Situasinya sudah mulai kritis. Bukan berarti harus melunakkan kriteria, untuk kemudian mengurangi kualitas. Katakanlah kriteria harus mempunyai pengakuan internasional. Apa makna pengakuan internasional? menulis di jurnal internasional? Berapa lama butuh waktu persiapannya? Setahun? Dua tahun? Perlu berapa duit? Rasanya tidak ada gratis untuk mengajukan artikel atau menghadiri sebuah seminar yang kemudian makalahnya dimuat di proceedingnya. Sebagai gambaran saat ini, untuk ikut seminar di luar negeri untuk satu orang kisarannya sekitar Rp.30 juta per orang. Dibayari ITB? Amiiin..............&lt;br /&gt;Dalam hal ini, beberapa Ketua Senat Fakultas dan Dekan memohon diberi waktu untuk itu. Soalnya perlu cari sponsor, cari proyek penelitian, dsb untuk mengumpulkan sarana dan fasilitas agar bisa mengirim dosennya ke seminar internasional. Apalagi? Kalau saya ikut seminar internasional. Itu termasuk pengakuan enggak? Oh, diundang tidak? Kalau tidak diundang, siapapun juga bisa datang. Jadi bukan pengakuan dong. Berat kan?&lt;br /&gt;Syarat lain adalah sudah harus S3, sudah jadi pembimbing (minimal co pembimbing) buat S3. Yang ini gak terlalu sulit buat Fakultas yang sudah menyelenggarakan program S3. Tetapi menjadi sulit buat yang belum menyelenggarakan program S3.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-8179046325226741057?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/8179046325226741057/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=8179046325226741057' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/8179046325226741057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/8179046325226741057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/07/jadi-guru-besarsusah-setengah-mati-deh.html' title='Jadi Guru Besar?,Susah setengah mati deh.'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-9222314671679106229</id><published>2007-07-16T17:09:00.000-07:00</published><updated>2007-07-17T07:14:03.002-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='on behavior'/><title type='text'>Self Monitoring</title><content type='html'>Saya sedang menyukai hal-hal yang berpusat pada diri sendiri, yang pake self self gitu. Jadi topik kali ini juga pake self.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas kepemimpinan seseorang bukan hanya ditentukan oleh bagaimana dia membentuk follower, tetapi juga ditentukan oleh kemampuannya menahan diri untuk tidak melakukan intervensi pada kewenangan orang lain. Jika orang lain itu bawahannya, maka ini ada kaitannya dengan yang disebut empowerment. Siapkah "sang pemimpin" membiarkan proses pembelajaran bagi subordinatnya? Termasuk membiarkan kesalahan terjadi dan menjadikannya pelajaran. Jika yang dihadapinya kolega nya siapkah untuk menahan diri tidak mendominasi pendapat atau diskusi? Intinya ada pada kemampuan untuk memonitor situasi dan mengendalikan diri. Dua hal ini memang sulit dilakukan. Untuk mahasiswa misalnya, kemampuan ini menentukan bagaimana dia dapat menilai dirinya, dalam situasi tertentu, mampukah dia menyesuaikan diri dengan tuntutan atau ekpspektasinya sendiri.  Nah yang terakhir itu sudah self motivating deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini, diyakini bahwa perilaku itu dipelajari. Sepanjang hidup manusia adalah belajar. Motivasinya bisa jadi karena reward atau punishment (positive or negative enforcement) bisa juga kesadaran internal akan manfaat dari yang dipelajarinya. Seberapa berat pun kuliah S3 yang mesti dijalani ini, karena kesadaran bahwa ini lah jalan untuk survive, maka pasti dijalani dengan segala resikonya tentu. ya enggak pak Zeffry...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dalam mengembangkan diri melalui proses learning dalam arti kata yang luas (learning mengandung arti change, jika tidak ada perubahan no learning at all)&lt;br /&gt;1. kesadaran diri itu penting, ini menjadi syarat perlu bagi pengembangan diri.&lt;br /&gt;2. kepekaan akan situasi untuk menilai diri sendiri dan menilai lingkungan, untuk dapat bertindak sesuai dengan kebutuhan, nah ini sudah masuk self monitoring. Kalau nyanyian kita sumbang saat berkaraoke, dan orang terpingkal-pingkal karenanya, ya sebaiknya berlatih lagi.&lt;br /&gt;3. kesediaan untuk belajar dan berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Self monitoring bicara tentang bagaimana kita bisa mengamati lingkungan kita, mengukurnya dan beradaptasi terhadap situasi tersebut. Ini adalah bagian dari kapabilitas manusia. Menurut para pakar, kemampuan self monitoring terbagi dua:&lt;br /&gt;Pertama, yang disebut dengan chameleon type, peka terhadap situasi eksternal dan kemudian dengan segera mampu menyesuaikan diri&lt;br /&gt;Kedua adalah true to themself type , apapun situasinya seseorang akan berpegang pada apa yang diyakininya perlu dilakukan, dalam hal ini fokus pada diri sendiri lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Berikut adalah cuplikan yang diambil dari sebuah sumber di internet&lt;/p&gt;&lt;p&gt;High self monitors (chameleon type) memiliki ciri-ciri:&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;perilaku yang ditunjukkan berubahubah sesuai dengan konteks, dan sangat fleksibel dalam adaptasi sebagaimana seekor bunglon (chameleon),&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;memiliki kepribadian berbeda depan publik dan pribadi dan sangat berhati-hati dalam menggabungkan lingkaran sosial yang berbeda,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;cenderung memiliki kemampuan manajemen yang baik dan unggul dalam pekerjaan yang mempengaruhi orang lain seperti seorang sales, marketer, politisi, dsb&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Low self monitors (true to themself type) memiliki ciri-ciri:&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;mendasarkan perilakunya pada internal values and beliefs&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;bertindak sama di hampir setiap lingkungan sosial&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;dapat diandalkan opini nya karena senderung berkata sesuai dengan cara pandangnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;cenderung lebih unggul dalam pekerjaan berbasis penelitian atau proyek&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  So what? Kapasitas seseorang dalam self monitoring behavior dapat digunakan untuk proses seleksi, atau juga digunakan dasar untuk melihat kemampuan seseorang untuk berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p&gt;Pada dasarnya manusia cenderung termotivasi untuk berperilaku berkeseuaian dengan dirinya. Secara umum perilaku seseorang dipengaruhi oleh sikapnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Self-monitoring mencakup tiga kecenderungan utama yang berbeda (Greenberg &amp; Baron, 1990): &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;(1) kesediaan untuk menjadi &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;pusat perhatian&lt;/span&gt; -- kecenderungan untuk berperilaku outgoing, extraverted ; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(2) &lt;u&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;kepekaan &lt;/span&gt;terhadap reaksi orang lain&lt;/u&gt;; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(3) kemampuan dan kesediaan untuk &lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;menyesuaikan &lt;/span&gt;perilaku untuk membalas reaksi positif orang lain, &lt;/p&gt;    &lt;br /&gt;Jadi apa style anda? high self monitor? atau low self monitor? Coba kuesioner berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="EN-ID"&gt;SELF-MONITORING SCALE&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="EN-ID"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;"&gt;Developed by Mark Snyder (1974)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;"&gt;DIRECTIONS: The statements below concern your personal reactions to a number of different situations. No two statements are exactly alike, so consider each statement carefully before answering. IF a statement is TRUE or MOSTLY TRUE as applied to you, &lt;b&gt;circle&lt;/b&gt; &lt;b&gt;the "T"&lt;/b&gt; next to the question. If a statement is FALSE or NOT USUALLY TRUE as applied to you, &lt;b&gt;circle the "F"&lt;/b&gt; next to the question.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;(T) (F) 1. I find it hard to imitate the behaviour of other people. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt -1.6pt 5pt 45pt; text-indent: -45pt;"&gt;(T) (F) 2. My behavior is usually an expression of my true inner feelings, attitudes, and beliefs. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 45pt; text-indent: -45pt;"&gt;(T) (F) 3. At parties and social gatherings, I do not attempt to do or say things that others will like. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(T) (F) 4. I can only argue for ideas which I already believe. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 45pt; text-indent: -45pt;"&gt;(T) (F) 5. I can make impromptu speeches even on topics about which I have almost no information. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(T) (F) 6. I guess I put on a show to impress or entertain people. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 45pt; text-indent: -45pt;"&gt;(T) (F) 7. When I am uncertain how to act in a social situation, I look to the behavior of others for cues. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(T) (F) 8. I would probably make a good actor. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(T) (F) 9. I rarely seek the advice of my friends to choose movies, books, or music. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 54pt; text-indent: -54pt;"&gt;(T) (F) 10. I sometimes appear to others to be experiencing deeper emotions than I actually am. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(T) (F) 11. I laugh more when I watch a comedy with others than when alone. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(T) (F) 12. In groups of people, I am rarely the center of attention. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 54pt; text-indent: -54pt;"&gt;(T) (F) 13. In different situations and with different people, I often act like very different persons. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(T) (F) 14. I am not particularly good at making other people like me. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(T) (F) 15. Even if I am not enjoying myself, I often pretend to be having a good time. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(T) (F) 16. I'm not always the person I appear to be. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 54pt; text-indent: -54pt;"&gt;(T) (F) 17. I would not change my opinions (or the way I do things) in order to please someone else or win their favor. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(T) (F) 18. I have considered being an entertainer. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 54pt; text-indent: -54pt;"&gt;(T) (F) 19. In order to get along and be liked, I tend to be what people expect me to be rather than anything else. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(T) (F) 20. I have never been good at games like charades or improvisational acting. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 54pt; text-indent: -54pt;"&gt;(T) (F) 21. I have trouble changing my behavior to suit different people and different situations. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(T) (F) 22. At a party, I let others keep the jokes and stories going. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(T) (F) 23. I feel a bit awkward in company and do not show up quite as well as I should. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(T) (F) 24. I can look anyone in the eye and tell a lie with a straight face (if for a right end). &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(T) (F) 25. I may deceive people by being friendly when I really dislike them.&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;  &lt;hr align="center" size="4" width="90%"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="EN-ID"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="EN-ID"&gt;SCORING YOUR SELF-MONITORING QUESTIONNAIRE&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="EN-ID"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;CG Times&amp;quot;;" lang="EN-ID"&gt;Self-monitoring is&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; the ability and desire to regulate one's public expressiveness to fit the clues and/or requirements of the situation.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;SCORING KEY&lt;/u&gt;:&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;"T" and "F" (below) indicate responses of people who are high self-monitors. To calculate your self-monitoring score, place a check mark next to the questions that match the "T" and "F" responses below.  Count the total number of "check" marks that appear in the margin of your survey.  That number is your self-monitoring score.&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;A score that is between 0-12 would indicate that the respondent is a relatively low self-monitor; a score that is between 13-25 would indicate that the respondent is a relatively high self-monitor.&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p&gt;Question no.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;T/F&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;Your score&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 11.8pt;" valign="top" width="16"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 75.4pt;" valign="top" width="101"&gt;   &lt;p&gt;Question no.&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 60.2pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;T/F&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;Your score&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;1&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;F&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 11.8pt;" valign="top" width="16"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 75.4pt;" valign="top" width="101"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;14&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 60.2pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;F&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;2&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;F&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 11.8pt;" valign="top" width="16"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 75.4pt;" valign="top" width="101"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;15&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 60.2pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;T&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;3&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;F&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 11.8pt;" valign="top" width="16"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 75.4pt;" valign="top" width="101"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;16&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 60.2pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;T&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;4&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;F&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 11.8pt;" valign="top" width="16"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 75.4pt;" valign="top" width="101"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;17&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 60.2pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;F&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;5&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;T&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 11.8pt;" valign="top" width="16"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 75.4pt;" valign="top" width="101"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;18&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 60.2pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;T&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;6&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;T&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 11.8pt;" valign="top" width="16"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 75.4pt;" valign="top" width="101"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;19&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 60.2pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;T&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;7&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;T&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 11.8pt;" valign="top" width="16"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 75.4pt;" valign="top" width="101"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;20&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 60.2pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;F&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;8&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;T&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 11.8pt;" valign="top" width="16"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 75.4pt;" valign="top" width="101"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;21&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 60.2pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;F&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;9&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;F&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 11.8pt;" valign="top" width="16"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 75.4pt;" valign="top" width="101"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;22&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 60.2pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;F&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;10&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;T&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 11.8pt;" valign="top" width="16"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 75.4pt;" valign="top" width="101"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;23&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 60.2pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;F&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;11&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;T&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 11.8pt;" valign="top" width="16"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 75.4pt;" valign="top" width="101"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;24&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 60.2pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;T&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;12&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;F&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 11.8pt;" valign="top" width="16"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 75.4pt;" valign="top" width="101"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;25&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 60.2pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;T&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;13&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;T&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 11.8pt;" valign="top" width="16"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 75.4pt;" valign="top" width="101"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 60.2pt;" valign="top" width="80"&gt;   &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;Total&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 74.8pt;" valign="top" width="100"&gt;   &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-9222314671679106229?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/9222314671679106229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=9222314671679106229' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/9222314671679106229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/9222314671679106229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/07/self-monitoring.html' title='Self Monitoring'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-8645097166877848800</id><published>2007-07-15T17:19:00.000-07:00</published><updated>2007-07-15T17:54:46.605-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPB matter'/><title type='text'>Self fulfilling prophecy</title><content type='html'>Here it come, matakuliah yang paling tak kumengerti. Manajemen Strategik. Bukannya gak suka, cuma saja setiap kali ngomong stratejik langsung yang kepikiran adalah "duuuhhh ini sih mesti terawang menerawang ke masa datang atau ke sesuatu yang bersifat makro". Bicara stratejik kan selalu bicara tentang masa datang dan jangka panjang. Maklum, aku cuma punya pikiran pendek. Nah ini dia yang dikupas juga oleh Pak Setiyadi, pengusaha Indonesia cuma 2 % yang bisa bepikir stratejik. Bisa dimaklumi, manusia yang tumbuh di negara tropis seperti Indonesia tidak dituntut berpikir jauh ke depan. Semua mudah kok, ibaratnya nancepin batang aja bisa tumbuh, katanya sih begitu. Jadi inget omongannya Andy Toehig (eh apakabar ya si Andy ini, janji mau ngirim tulisannya) dia bilang begini: "You do not need to work. What for?" Kaget juga dengernya, ya harus lah kerja, kalau enggak mau makan dari mana? Dia bilang lagi. "Life is easy for you" Compare with us, in Canada. If we did not work hard, then we don't have energy and food to survive along winter, we will die in just two days"  Pantesan aja dia gak mau balik lagi ke Canada, dingin banget sih di sana. Jadi lingkungan mendorong attitude dan behavior kita berbeda.&lt;br /&gt;Balik lagi ke kuliah Stratejik Manajemen; pak Setiyadi bilang soal self fulfilling prophecy. Ngerti sih itu yang setiap semester aku ajarin ke anak anak. Kira-kira artinya begini kalau kita mikir negatif ya hasilnya negatif, kalau positif ya hasilnya juga positif. Nah, menerapkannya ke diri sendiri, kadang berhasil kadang tidak. Kalau di reiki disebutnya affirmation. Jadi kalau aku gunakan self fulfilling prophecy untuk mendorong minat di manajemen stratejik ini, harusnya bersikap "take it easy, relax, face it" Jadi dalam rangka berusaha mencintai kuliah ini nih, pulang dari Bogor seger kan (soalnya bisa tidur di mobil sampai-sampai tempat makan kelewat saking pulasnya, walhasil malam itu gak makan) aku langsung browsing deh di internet nyari beberapa pengertian seperti strategic fit, strategic thrust, organization capability, organization competence, and so on and so on.  Biar di kuliah ke lima (di kuliah ke lima kawan-kawan, jangan lupa, mana kita juga gak tahu kapan kuliah ke lima itu, jadwalnya tak menentu seperti cuaca di Indonesia aja) harus masukkan outline makalah dari salah satu topik. Kupilih topik strategic behavior. Asumsinya aku kan sudah lama nih jadi behaviorist, yaaa...gak jauh jauh lah kali dengan yang sehari hari digarap. Weh ternyata gak begitu jelas, bahan kurang, mau nulis apa ya? Bahkan di buku juga gak ditulis dengan jelas, di wheelen juga gak dibahas sama sekali. Kulihat lagi organization capability....nah ini lumayan. Meskpiun masih tetep rada rada gak jelas. Ini yang di dapat:&lt;br /&gt;1. Konsep organizational capability ini, berkembang dari individual capability. So, karakteristiknya kurang lebih sama, yaitu survive, flexible, etc.&lt;br /&gt;2. elemen yang penting di dalam nya ada yang bilang share mind set, capacity to change, leadership dan management practices&lt;br /&gt;3. Ada juga yang bilang organizational capability itu terdiri dari functional capability, general management capability&lt;br /&gt;4. Kebanyakan artikel membahasnya ke arah HR, Leadership capability dan Knowledge management&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini mulai hilang arah, sepertinya, kalau boleh mendingan memperdalam HR, Leadership capability dan Knowledge Management. Dasarnya, untuk membangun organizational capability people memegang peranan penting. Juga dikaitkan dengan capacity to change.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halo teman-teman ada yang punya buku berkaitan dengan ini? Susah juga menghilangkan perasaan dan pikiran bahwa kuliah ini "gelap" buatku.  Sementara ini buku yang sudah ada adalah Implanting Strategic Management nya Ansoff,  Strategic Management and business policy nya wheelen (buku standar yang dipakai SBM)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-8645097166877848800?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/8645097166877848800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=8645097166877848800' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/8645097166877848800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/8645097166877848800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/07/self-fulfilling-prophecy.html' title='Self fulfilling prophecy'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-5187153568093299712</id><published>2007-07-05T05:40:00.000-07:00</published><updated>2007-07-05T16:14:52.381-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sbm matters'/><title type='text'>power and politics: again...</title><content type='html'>Power and politics course becoming debate commodity back? Becoming political commodity. Why?&lt;br /&gt;What is happening? It is just like we want a cake but did not know what kind of cake do we want? And what is the benefit of eating that cake? Is it a child ego or a parent ego? It is just like a child ask something to her/his mommy and make the mommy's headache because could not find what the heck of thing did he/she want? Or, just to make all of us think about what kind of power and politics do we want? I tried to find out what kind of politics do we have to deliver to student? I think the student will find their job and may be build a company (10% of them). At micro level, they will need to find out how is an organization work, what climate do they have at the company, what the structure of power do the have? How to surf office politics to survive. Just to survive; emphasize on performance and communication, not on dirty politics. Once I gave the student a quiz "how political are you". It is interesting because most of them are political survival, only 10 % - 15 % of them are corporate polititian and about 5 % are political shark.&lt;br /&gt;Now, what should they know if they run their own business? They have to know politics at macro level. They have to know what will happening to their company if the economy policy change? They have to know the current regulation  and the impact to their company. Or, do they have to know about what is the impact of political party system in Indonesia to their business? I don't know.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-5187153568093299712?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/5187153568093299712/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=5187153568093299712' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/5187153568093299712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/5187153568093299712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/07/power-and-politics-again.html' title='power and politics: again...'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-761022873566128675</id><published>2007-06-21T21:48:00.000-07:00</published><updated>2007-06-21T22:02:25.466-07:00</updated><title type='text'>Bucat bisul</title><content type='html'>Eta mah istilah urang Sunda mun aya pagawean atawa perkara nu kakara anggeus. Basa Indonesia na mah. Pecah abses hehehe...yang lebih dramatis sih abses meletus kali ya. hahaha....begitulah. Ya...sekarang mulai kerasa ada yang lega...meskipun tadi merasa gak puas dengan kualitas ujian yang dikumpul. Waktu ngejilid saya bilang sama bu Yuni...makanya kalau kasih ujian ke mahasiswa mesti ngukur nih bisa gak diselesaikan dalam waktu yang ditentukan. Sebetulnya sih lima hari cukup lama, untuk yang tidak punya pekerjaan lain selain mahasiswa. Itu persoalan utamanya, sekolah sambil kerja. Siapa suruh sekolah...kata orang-orang...Siapa ya.....teuing atuh. Jadi, jadi dosen itu gak bisa sembarangan aja, diukur...intinya di situ bisakah kita mengukur antara ujian dengan beban kerja.&lt;br /&gt;Ngomong soal ngukur...ada hal lain yang juga perlu diukur. Pagi ini sbm mulai vision and mission revisiting. Kunaon atuh nya, di revisit terus...hehehe. Diskusi hot, masing-masing punya persepsi dan argumentasi tentang apa yang ingin ditampilkan dalam visi misi ini. Yang satu inginnya tinggiii sekali. Di jalan ke sbm (dari Preanger tempat kita rapat nih) saya merenung. Kenapa atuh kita gak pernah apal visi misi selama ini. Pertama tidak ada internalisasi, yang kedua itu tandanya tidak menjadi inspirasi. Bukan untuk dihapal kok. Tapi untuk dihayati.  Kalau individu merasa apa yang ada di misi itu terlalu tinggi, sehingga bener-bener seperti mimpi (mimpi lho bukan cita cita) maka ya sudah tinggal mimpi aja. Tidak menjadi inspirasi lagi dong...Memang beda mimpi dengan dream....Kalau kita menginginkan sesuatu kita akan bilang sampai termimpi-mimpi. Tapi kalau kita bilang seperti...ah itu sih cuma mimpi. Artinya sudah beda lagi. Mana yang diinginkan...mimpi atau impian...Memang...bahasa itu memiliki makna mendalam. Sudah dulu ah...nanti diterusin...mau rapat lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-761022873566128675?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/761022873566128675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=761022873566128675' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/761022873566128675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/761022873566128675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/06/bucat-bisul.html' title='Bucat bisul'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-8898300083294510333</id><published>2007-06-13T20:19:00.000-07:00</published><updated>2007-06-14T19:33:16.410-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.outofservice.com/self-monitor-censor-test/results/?raw=30"&gt;I'm 30/100 censoring! Click to see my self-monitoring personality.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-8898300083294510333?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/8898300083294510333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=8898300083294510333' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/8898300083294510333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/8898300083294510333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/06/im-30100-censoring-click-to-see-my-self.html' title=''/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-5205594475004051741</id><published>2007-06-13T03:39:00.000-07:00</published><updated>2007-06-13T03:54:34.399-07:00</updated><title type='text'>PR</title><content type='html'>What is Culture? What is Value? Personal Value? Personal Trait? Performance?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relationship between Culture, Personal Value, Personal Trait and Performance?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-5205594475004051741?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/5205594475004051741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=5205594475004051741' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/5205594475004051741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/5205594475004051741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/06/pr.html' title='PR'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-3474030700282523461</id><published>2007-06-12T20:46:00.001-07:00</published><updated>2007-06-13T02:53:15.653-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sbm matters'/><title type='text'>Standar Nilai</title><content type='html'>Killer...itu pasti sebutan mahasiswaku. Hari ini yang komplen banyak sekali. Kenapa aku dapat C? Kenapa kelas B lebih murah hati dosennya?  Kenapa aku dapat lebih jelek dari si anu yang tidak aktif di kerja sindikat. dsb.dsb. Sudah adilkah  penilaian ibu? Kalau gak kena plagiarism, mestinya aku kan dapat A.&lt;br /&gt;Ha?Aku bilang tanya deh diri sendiri, kalau sekarang dapat A, kemudian nanti kerja di bidang ini, bisa memberikan hasil sekualitas A enggak? Bagaimana kalau orang nanya, MBA ITB kasih nilai A padahal gak bisa kerja? Wah...berat tanggungjawab sosialnya.&lt;br /&gt;Kedua kalau aku minta peer evaluation, pasti kamu gak akan bisa objective deh. Pasti temen kamu yang free rider juga akan kamu kasih nilai bagus. Capek deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, perlukah ada standar penilaian agar dosen memberikan penilaian yang lebih adil? Apakah betul memberikan nilai kelas semuanya A atau 80% A, sisanya B? Atau mungkin ada dosen yang memberikan nilai semuanya C?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai, mempunyai fungsi mengukur keberhasilan belajar mahasiswa, mengukur keberhasilan mengajar dosen. Karenanya nilai harus adil, di antara mahasiswa yang satu dengan yang lain. Tetapi nilai juga memiliki makna yang berkaitan dengan eksternal SBM. Jika seorang mahasiswa memiliki nilai B maka tentu masyarakat mengharapkan kualitas B juga. Yang seperti apa yang sesuai dengan kualitas B ini, tentu saja faktornya banyak. Termasuk faktor nasib, misalnya ketika satu hari seorang mahasiswa tidak bisa hadir, dan hari itu ada tes, maka "sial" lah mahasiswa tersebut. Tapi, kualitas manusia kan tidak hanya ditentukan oleh satu kuliah, di satu masa. Tapi ditentukan oleh banyak faktor di masa yang berbeda. Memang pelik masalahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-3474030700282523461?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/3474030700282523461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=3474030700282523461' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/3474030700282523461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/3474030700282523461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/06/standar-nilai.html' title='Standar Nilai'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-8734596255083535178</id><published>2007-06-12T07:36:00.000-07:00</published><updated>2007-06-12T08:07:17.768-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sbm matters'/><title type='text'>SBM sudah tepatkah ...?</title><content type='html'>Hari ini kupenuhi undangan Pak Andi Budiman di Chevron untuk menghadiri seminar 4 mahasiswa bimbinganku di MBA. Aku sudah sampai di Budi Kemuliaan jam 10 kurang. Lega juga. soalnya di P Gede sempet kena macet...duhhh...nyarus deh. Malu juga kalau sampai telat. Tidak profesional. Beruntung ada pak Rudi yang mau jadi "joki", berdasi pula, sejak dari bandung....   :=)  Nuhuuuunn pisan pak Rudi. Sebelum semuanya siap, sambil nunggu obrolan dengan pak Andi membuat aku mikir juga: pertama, mau jadi apa sih sebetulnya anak sbm? (salah satu putri pak Andi di sbm, sudah semester 6) Wah...mesti jawab apa ya? Jawabanku cuma ...bahwa 10 % dari mereka sudah diterima kerja...surprise juga pak Andi mendengarnya. Ya...ini batu uji pertama bagi SBM. Agustus ini angkatan pertama lulus...bakal jadi apa mereka setelah lulus. Hari ini Ayu juga menjalani tes bank permata bersama 13 temannya yang calon cum laude. Hmmm......semoga aja ...Perbincangan dengan pak Andi berlanjut ke soal, kemungkinan memasukkan pemagang baru...tidak ada yang bisa disimpulkan dari obrolan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang ditangkap:&lt;br /&gt;1. sebelum mereka magang, dibutuhkan kesiapan mereka sehingga learning process nya tidak  terlalu panjang&lt;br /&gt;2. soal bahasa Inggris&lt;br /&gt;3. soal kemampuan komputer&lt;br /&gt;4. ada program lain yang ditawarkan, magang untuk 5 best student, baik MBA maupun S1.&lt;br /&gt;5. untuk s1 SBM masih terlalu melebar, kurang fokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masukan yang berharga, sehingga mungkin bisa menjadi bahan perbaikan di SBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling ideal adalah evaluasi lulusan pertama, dapatkan umpan balik dari para employer mereka, sehingga SBM bisa melakukan perbaikan kurikulum dan konsep pendidikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlambat? ...Mungkin ya...tapi memang harus dilakukan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umpan balik yang diperoleh dari seminar TA mahasiswaku kelihatannya adalah:&lt;br /&gt;Ganesya, cukup siap dan memuaskan hasil kerjanya. (Ada nuansa politis yang kutangkap dari sana, dampak merger dua budaya yang berbeda).&lt;br /&gt;Bimo, lumayan, dengan diijinkannya menggunakan data periode yang lalu yang memungkinkan dia melanjutkan TA nya, Alhamdulillah kemungkinan dia bisa selesai sebulan lagi kelihatannya bisa dicapai.&lt;br /&gt;Nadya, gak jelas, deliverablenya apa? Di akhir seminar kami rumuskan bahwa Nadya akan membuat survey untuk memperoleh gambaran pelaksanaan PMP saat ini, manual PMP, kurikulum dan bahan trainingnya, termasuk video klip yang menunjukkan demo pelaksanaan PMP.&lt;br /&gt;Wira, rumusan akhirnya, evaluasi implementasi TRIMS dalam proses perencanaan training untuk mengidentifikasi OFI sehingga bisa menurunkan pending training yang sangat besar.&lt;br /&gt;Sepertinya pak Andi kurang puas dengan hasil kerja dua anak ini. Yaaa.....bisa jadi...karena kurang gesit. Dua bulan tidak ada kemajuan berarti....&lt;br /&gt;Menurut Ganesy, memang kurang gesit, sehingga pak Andi minta Ganesy juga membantu mereka. Pesen dari Pak Andi lewat Ganesy, aku boleh ngirim magang baru...tapi aku mesti tes dulu kemampuan mereka untuk analisis dan problem solvingnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-8734596255083535178?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/8734596255083535178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=8734596255083535178' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/8734596255083535178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/8734596255083535178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/06/sbm-sudah-tepatkah.html' title='SBM sudah tepatkah ...?'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-2874923299300706516</id><published>2007-06-06T18:31:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T18:51:08.371-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='itb'/><title type='text'>Gerbang Otomatis</title><content type='html'>Minggu ini ITB melakukan uji coba penggunaan gerbang otomatis. Yang dimaksud gerbang otomatis adalah portal elektronik yang bisa dibuka dengan menggunakan kartu dosen atau pegawai yang sudah didisain untuk itu. Apa istimewanya? Teknologinya biasa aja, bahkan scannernya dibuat oleh dosen dan mahasiswa (elektro) ITB. Tidak ada yang istimewa, kecuali sosialisasi yang kelihatannya masih kurang. Perubahan sistem seperti ini seperti biasa akan menimbulkan banyak komplen.&lt;br /&gt;Parkir kendaraan, merupakan masalah pelik untuk ITB yang memiliki kampus dengan lahan terbatas. Sudah lama ITB membatasi kendaraan masuk kampus hanya untuk yang memiliki sticker parkir saja yang boleh masuk. Sistem sticker ini diterapkan dengan ketentuan, setiap dosen akan mendapat jatah satu sticker dengan biaya tertentu. Jika ingin sticker ke dua, (buat yang memiliki mobil lebih dari satu maka sticker kedua akan dicharge mahal sekali. Kendati demikian, masih banyak dosen atau karyawan yang minta sticker kedua. Jadi masih banyak persoalan yang dihadapi, karena kemudian ketertiban dalam kampus sulit diatur dan masih sering terjadi pencurian kendaraan dari dalam kampus. Persoalan lain yang dihadapi adalah terbatasnya jumlah satpam yang bertugas menjaga kampus. Akhir tahun 2006 ITB melakukan razia kendaraan bermotor. Semua mobil dan motor diperiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pertama, keresahan yang muncul di pegawai yang non PNS, karena tidak mendapatkan kartu identitas yang dapat digunakan untuk tanda masuk gerbang otomatis ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-2874923299300706516?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/2874923299300706516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=2874923299300706516' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/2874923299300706516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/2874923299300706516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/06/gerbang-otomatis.html' title='Gerbang Otomatis'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-6348844516353863008</id><published>2007-06-06T11:35:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T12:10:10.538-07:00</updated><title type='text'>Politikus</title><content type='html'>Situasi seperti apa yang paling disukai oleh politikus? Ada banyak kondisi di mana seorang hiu politis berbahagia, antara lain situasi di mana aturan tidak jelas. Dalam situasi ini, terjadilah manuver manuver politik yang bisa dilancarkan seekor hiu. Bahkan aturan adapun, seorang hiu politik akan mencari celah yang bisa dilewatinya. Di tengah-tengah ketidak jelasan seorang hiu akan melancarkan jurus-jurus yang akan menciptakan ketergantungan kepada dirinya. &lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;.to be continued&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-6348844516353863008?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/6348844516353863008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=6348844516353863008' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/6348844516353863008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/6348844516353863008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/06/politikus.html' title='Politikus'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-4524765338126709673</id><published>2007-06-06T10:44:00.000-07:00</published><updated>2007-06-06T11:08:40.046-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sbm matters'/><title type='text'>Power and Politics.</title><content type='html'>Rapat melontarkan issue tentang matakuliah power and politic. Apakah matakuliah ini akan dihilangkan dan digabung ke matakuliah strategi? Atau tetap power and politic saja.&lt;br /&gt;Pertanyaan yang mencuat adalah mengapa harus dihilangkan? Salah satu alasan utama adalah tidak ada yang mengajar. Alasan lain adalah matakuliah ini sebetulnya dirancang untuk memasukkan wawasan politik negara. Dua alasan ini tidak pas sebetulnya. Haruskah sebuah matakuliah dihilangkan karena tidak ada dosennya? Tidak bisakan sbm mengusahakan atau membina dosen yang mengajarnya? Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, mempertimbangkan kurikulum sbm. Pertanyaan yang paling dasar: apakah yang dimaksud dengan power and politic? Apa perlunya kuliah ini masuk ke kurikulum sbm?&lt;br /&gt;Jika power and politic yang dimaksudkan adalah power dan politic di tingkat nasional, seperti apa rancangan kuliahnya? Hukum ketatanegaraan Indonesia? UUD45 dan Pancasila? Bagaimana konstelasi kekuasaan dan penerapan kekuasaan di Indonesia? Lantas apa pengaruhnya kepada bisnis? Apa tidak lebih baik kalau sksnya digunakan untuk memperbesar sks Ekonomi. Sehingga di kuliah ekonomi, bisa dibahas ekonomi mikro dan makro, yang erat kaitannya dengan praktik bisnis.&lt;br /&gt;Lantas apakah office politic tidak perlu diajarkan? Positifnya, jika hal ini diajarkan, digabung dengan etika, maka kuliah ini membekali mahasiswa untuk menjadi survivor, minimal, di tengah politik usaha yang seringkali dijalankan, tidak harus jadi political shark. Hanya saja memang tidak butuh 4 sks, terlalu banyak.  Kuliah ini bisa juga disisipkan di berbagai kuliah  people management seperti di Leadership, bagaimana power dan penggunaannya dalam kepemimpinan. Dalam manajemen perubahan juga bisa, bagaimana memanfaatkan power dalam mengelola perubahan. Dalam mata kuliah labor union juga bisa, khusus tentang kaitan hubungan industrial, serikat pekerja dan kekuasaan dan politik kantor. Dalam Komunikasi juga bisa, bagaimana komunikasi dimanfaatkan untuk mempengaruhi orang lain. Dalam OB sendiri bisa diberikan dasar-dasarnya.&lt;br /&gt;Yang lebih penting lagi sebetulnya secara keseluruhan kurikulum sbm itu seperti apa profil bangunannya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-4524765338126709673?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/4524765338126709673/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=4524765338126709673' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/4524765338126709673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/4524765338126709673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/06/power-and-politics.html' title='Power and Politics.'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-5430075064269501665</id><published>2007-06-03T09:46:00.000-07:00</published><updated>2007-06-03T20:13:51.505-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sbm matters'/><title type='text'>Tutor: part2. What SBM need from Tutor</title><content type='html'>Tutor have important roles in SBM. First, they have to guide practical or technical ability of students in a particular course.&lt;br /&gt;There are two type tutors in SBM, part time tutors anda full time tutor. Part time tutor is tutor hired for a specific course and have responsibility around that course, such as:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; tutoring,&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;assist lecturer in checking student attendance,&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;assist lecturer in preparing course material,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;assist lecturer in conducting test, examination, and gradin&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Full time tutor has two type job, i.e. teaching and learning jobs, research and administration jobs. Full time tutor, have possibility to be a lecturer, if they meet the criteria.&lt;br /&gt;Therefore, addition conditions for full time tutor are writing capability, for writing research  report, journal article or case.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What is the criteria of SBM tutor?&lt;br /&gt;There are some factors to be considered to determine the criteria needed for selecting a tutor.&lt;br /&gt;First of all, is SBM values, i.e. ethical values, integrity. So, tutor of SBM have to have high ethical values, and high integrity: honest, opened to themself, and has spirit to excell good ethical values in conduct their class, aligned with the SBM mission to create ethical entrepreneurs. The implication of SBM values, the tutors have to have ability to build students discipline.&lt;br /&gt;Second, as part of SBM education system, lecturing and tutoring will be held in English and learning activities mostly done to promote action learning in group and as experience based learning. The implication to tutor requirements are: tutor have to speak English fluently, able to promote good team environment, assure that all team member share their knowledge and got lesson learned from their learning activities. Tutors themself have to work in team (one of faculty member remind me about this, she denied a tutor to be in her team because the tutor too ambitious to make herself mor valuable compare to other tutors; it is about make all the students got equal treatment)...to be continued&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-5430075064269501665?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/5430075064269501665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=5430075064269501665' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/5430075064269501665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/5430075064269501665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/06/tutor-part2-what-sbm-need-from-tutor.html' title='Tutor: part2. What SBM need from Tutor'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-542849474533012631</id><published>2007-06-03T09:25:00.000-07:00</published><updated>2007-06-03T09:45:10.489-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='private'/><title type='text'>Empty Nest Syndrome</title><content type='html'>Ieu meureun nu disebut empty nest syndrome teh. Hulang-huleng we, asa teu puguh laku. Di imah ngan duaan. Rek gawe hoream rek masak hoream. Naon lah ngan ngotoran dapur we wungkul, masak keur duaan. Jadi rus ras, asa loba nu laleungitan. Jadi ngarasa kolot ayeuna mah. Ehm... Sakeudeung deui nu bungsu lulus, moal lila deui pasti neangan gawe. Imah pasti kosong, tinggal duaan we, tilu jeung pembantu meureun. Pola kahirupan jigana geus kudu dirobah.&lt;br /&gt;Atuda lucu tadi mah, ka toko duaan. Salaki kalah hulang huleng dititah pesen dahar teh. Naon nya, cenah. Karunya oge. Kukurilingan di Giant, sakeudeung ge geus capek. Kabayang we engke kudu ngajar di Chevron atawa Freeport, sapoe jeput. Kuat kitu nangtung ti jam 8 nepi ka jam 5 sore? Duka atuh kumaha engke we. Hehehe...biasanya urang Sunda mah cenah sok ngomong kumaha engke ari nanaon teh.&lt;br /&gt;Naha pola kudu dirobah? Sok we geura, balanja geus biasa loba, ayeuna kudu dikurangan. Eusi kulkas teu orot-orot. Eusi kulkas kudu dirobah nu gampang diolah tapi tetep sehat. Parabot mun aya mah nu garampang we. Madato? keur naon Madato saha nu reuk make. Pantes atuh nyulam, hakken disebut hobby nini-nini, da memang pantes. Kahiji teu butuh tanaga gede jiga ngebon, kadua memang bisa dipigawe bari mikiran sagala rupa. Cag heula.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-542849474533012631?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/542849474533012631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/542849474533012631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/06/ieu-meureun-nu-disebut-empty-nest.html' title='Empty Nest Syndrome'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-2996354167262937895</id><published>2007-05-30T02:28:00.020-07:00</published><updated>2007-05-30T04:33:50.731-07:00</updated><title type='text'>Hero or Looser</title><content type='html'>Siang itu aku terperangkap di tengah pertengkaran dua kolegaku. Ingin menghindar tapi kok tidak enak ya. Juga sedikit penasaran dengan apa yang dipertengkarkan mereka. Apa pasal?  Ternyata ini persoalan lama yang menumpuk yang buntutnya berakhir pada perang argumentasi dan tuduhan ini. Yang satu merasa sudah membantu yang lain merasa justru dihambat, dan baru diselesaikan persoalannya pada saat yang sudah sangat mendesak. Kalau dirunut lebih jauh beberapa hal yang aku tangkap dari pertengkaran ini adalah:&lt;br /&gt;Pihak program studi merasa tidak dibantu sama sekali selama ini, karena tidak ada kebijakan dan prosedur tertulis yang bisa dijadikan pegangan sehingga prodi tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mengusulkan pencairan dana untuk berbagai kegiatan. Di samping itu prodi juga merasa seringkali melakukan pekerjaan yang bukan  pekerjaannya. Tapi, demi kelancaran  operasi akademik terpaksa menjalankan tugas tersebut. Sehingga mereka berpikir, kenapa gak jadi departemen aja kalau begitu.&lt;br /&gt;Pihak administrasi merasa, program studi seringkali mengusulkan anggaran yangt idak jelas dan mepet waktunya, sehingga menyulitkan. Masalahnya prosedur pengajuan dana itu panjang. Selain itu seringkali kalau ada komplain, program studi seringkali langsung protes atau memarahi bawahan pengelola administrasi ini, dan membuat stress. jadi permintaan wds adalah kalau ada komplen jangan langsung ke bawah dong.&lt;br /&gt;Ok kata prodi kalau ada jam rusak maka saya akan ke wds. Bener gitu harus begitu? Alasannya adalah itu hal krusial bagi program studi. Misalnya jam rusak harus segera dibetulkan karena ada kaitannya dengan perhitungan keterlambatan mahasiswa yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatannya ada yang tidak beres dalam organisasi kerja SBM. Bagaimana mekanisme dan SOP yang perlu dijalani dalam mengurus aktivitas dari sejak klien, program studi, keuangan, sdm, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tercenung lama setelah itu...apa masalahnya? Kurang percaya? kurang kerjasama? masihkah kita dalam satu tim? terlalu banyak aktivitas sehingga tidak sempat menjalin hubungan baik dengan anggota tim yang lain? Bahaya sekali. Saya jadi ingat ketika anak anak masih kecil. Setiap bulan, kami menengok orangtuaku di Garut. Dengan dua anak masih kecil tidak heran kalau bawaan kami seabreg. Di sana boro boro sempat nyuci, kalaupun sempat nyuci hanya pakaian yang memang tidak bisa ditunda nyucinya, seperti pakaian anak-anak, yang tidak mungkin dibawa pulang dalam situasi kotor. Jadilah, kesibukan tersendiri ketika kembali ke rumah. Cucian harus dipisahkan. Barang-barang dibereskan kembali ke tempatnya. Masak untuk sore atau malam itu. Nyimpen oleh oleh ke lemari atau kulkas, dsb dsb. Anal-anak juga rewel kecapean. Badan sendiri, capek pula. Dalam situasi ini kalau tidak sadar, maka pertengkaran seringkali muncul tanpa disadari. Apakah situasi sbm sudah seperti ini? Semua sudah drawn in their job sehingga toleransi menjadi sangat rendah? Atau sudah hilangkah saling percaya antar anggota tim sehingga saling mencurigai? There is not any teamwork anymore. Semua ingin sendiri sendiri. Semua memikirkan KPI nya sendiri, kalau ada KPI. Semua mikirnya pokoknya pekerjaanku harus beres. Salah? Tidak juga. Yang salah barangkali bagaimana mencapai tujuan bersama dan bagaimana orang dihargai secara memadai, berkarya langsung atau tidak. Jika pujian selalu hanya ditujukan kepada seseorang, padahal ini hasil kerja tim, maka masuk akal saja jika yang satu merasa tidak memiliki hasil akhir. Cag!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-2996354167262937895?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/2996354167262937895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=2996354167262937895' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/2996354167262937895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/2996354167262937895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/05/hero-or-looser.html' title='Hero or Looser'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-5920095254516673711</id><published>2007-05-29T17:07:00.001-07:00</published><updated>2007-05-29T17:24:17.750-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='private'/><title type='text'>Sepatu butut Ayu</title><content type='html'>Hari ini hari kedua Ayu di KL. Kemarin dia lapor kalau sepatunya rawing. Rawing? Gimana sih maksud rawing. Di sini, aku ngebayangin dia terpincang-pincang di tengah 20 temannya berjalan dari satu tempat ke tempat lain...ehmmm...melas sekali. Aku tanya lewat sms,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; jadi kamu sekarang jalan terpincang pincang dong ya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh enggak bu, cuma sepatuku seperti dimakan rayap, gitu, &lt;/span&gt;katanya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;malu aja bu&lt;/span&gt;. ooohhh...gitu toh..&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang mana sih sepatu yang kamu bawa.&lt;/span&gt;..&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yang everbest&lt;/span&gt; katanya..Wah..itu kan bukan sepatu murahan. Tadinya kubayangkan yang dibawanya sepatu murahan jadi dibawa jalan sebentar aja sudah rusak. Bisa kubayangkan bagaimana bete nya dia. Dari sini, aku cuma bisa berharap, dia mengatasi semua perasaan itu, itu lebih penting, ketimbang kondisi sepatu butut itu sendiri. Semoga berbagai hambatan yang dihadapi di sana menjadi pelajaran berharga buat dia. Itu lebih penting daripada hanya menjadi kekecewaan saja.&lt;br /&gt;Malamnya sambil terkantuk-kantuk kutunggu lanjutan smsnya. Gak sabar ku sms dia, tanya tentang nasib sepatunya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sudah beli bu yang diskonan&lt;/span&gt;, katanya. Hahaha, diskonan...&lt;br /&gt;Dari perjalanan ini dia juga dia bisa mendapat tambahan pelajaran, yang mana yang bener-bener teman, yang bagaimana yang bener-bener saudara, bagaimana hidup ini harus disyukuri. Dan yang paling penting aku merasakan betapa berharganya anak-anakku bagiku. Ada kekosongan besar yang kurasakan saat mereka berjauhan denganku. Klise?. Tapi itulah kenyataannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-5920095254516673711?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/5920095254516673711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=5920095254516673711' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/5920095254516673711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/5920095254516673711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/05/sepatu-butut-ayu.html' title='Sepatu butut Ayu'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-8602209881870100675</id><published>2007-05-29T16:18:00.000-07:00</published><updated>2007-05-29T17:06:17.511-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sbm matters'/><title type='text'>Tutor? What is tutor ? part 1</title><content type='html'>Tutor? What is tutor hired for? No one have a solid idea about it. No wonder if the lecture sometimes give them a lot of job beyond their responsibilities. Here is what I found: tutoring in class (main job), lecturing, guide the student in doing their exercise or assignment including their project, supervise exam, evaluate student assignment and exam, preparing tutorial material and course materials (sometimes or most of the time?), assist the lecturer in managing class including identifying students attendance in class and maintain the class conduct.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tutor is a coach too, so the main attribute they should have, in addtion to the subject matter they are tutoring, are empathy and desire to help students in learning process.   Empathy mean they should know what kind of students they have to care, what kind of class they should nurture. Therefore, the first thing to do when tutor came into a class is identify &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the personality of class;&lt;/span&gt; know the students individually, find the relationship between individual, who are the star, who are isolated or outcast people, so you can figuring out social map of the class. Tutor should give extra attention to slow learner students without obeying fast learner students. Indeed, it is not easy.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-8602209881870100675?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/8602209881870100675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=8602209881870100675' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/8602209881870100675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/8602209881870100675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/05/tutor-what-is-tutor-part-1.html' title='Tutor? What is tutor ? part 1'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-519446696672400078</id><published>2007-05-28T09:19:00.000-07:00</published><updated>2007-05-28T09:20:59.580-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-519446696672400078?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/519446696672400078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=519446696672400078' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/519446696672400078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/519446696672400078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/05/blog-post.html' title=''/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7391135301583769596.post-2246178044602222059</id><published>2007-05-28T08:56:00.000-07:00</published><updated>2007-05-29T16:59:54.203-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='private'/><title type='text'>Balik Jinis</title><content type='html'>Kitu ceuk urang sunda mah. Punya dua anak, dua duanya pergi, yang satu sekolah jauuuuhh...yang satu lagi juga dalam rangka kuliah...di negeri jiran tapi cuma seminggu. Tadi sore sms terakhirnya tanya begini...ada gosip apa di sbm dan di rumah. Jawabku "sbm sepi, rumah juga sepi"...hehehe...gak ada jawaban. Mungkin sudah siap siap tidur di singapur sana, besok jam 6 harus berangkat ke Kuala Lumpur katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir tahun lalu ketika si cikal pergi ke negeri paman Sam, adiknya bilang gini...bu kita cari rumah kecil yuk...sepi nih rumah...&lt;br /&gt;Sekarang, ketika tinggal berdua saja sama suami...aku mulai punya pikiran yang sama...sepertinya mesti cari rumah kecil...kadang-kadang rasanya cuma berdua aja dengan televisi...&lt;br /&gt;Terus...bagaimana kalau mereka bener-bener sudah berkeluarga...punya rumah sendiri...? Kos aja gitu? atau cari apartemen kecil? atau cari pavilyun kecil deket mereka? Hmmm.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7391135301583769596-2246178044602222059?l=carangka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://carangka.blogspot.com/feeds/2246178044602222059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7391135301583769596&amp;postID=2246178044602222059' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/2246178044602222059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7391135301583769596/posts/default/2246178044602222059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://carangka.blogspot.com/2007/05/balik-jinis.html' title='Balik Jinis'/><author><name>Nurhajati Ma'mun</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01622357009633812248</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
